Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PLN mengungkapkan kapasitas produksi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di sejumlah daerah, khususnya Sulawesi, mengalami penurunan akibat fenomena El Nino yang memicu surutnya debit air.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengungkapkan, kondisi tersebut telah menekan kapasitas pembangkitan PLTA secara signifikan. Salah satunya terjadi di wilayah Sulawesi bagian Selatan dengan penurunan kapasitas mencapai 650 Megawatt (MW).
"Memang dengan ada kondisi El Nino ini untuk PLTA itu kapasitasnya itu menjadi sangat berkurang. Sebagai contoh di Sulawesi bagian selatan itu berkurang sekitar 650 MW," kata Darmawan saat ditemui usai pembukaan Electricity Connect 2026 di ICE BSD, Selasa (22/9/2026).
Baca Juga: ESDM Revisi RUPTL 2025-2034, Target Rampung Sebelum Akhir 2026
Untuk menjaga kecukupan pasokan listrik selama musim kering, PLN menyiapkan langkah mitigasi. Salah satunya dengan mengoptimalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dilengkapi battery energy storage system (BESS).
Darmawan menyebut kombinasi PLTS dan penyimpanan energi itu menjadi bentuk natural hedging atau penyeimbang pasokan listrik bagi sistem kelistrikan. Dengan begitu, tambahan energi dari PLTS dapat dimanfaatkan ketika produksi PLTA menurun.
"Sehingga pada waktu musim kering, ada tambahan energi dari pembangkit listrik tenaga surya dengan battery energy storage system," ujarnya.
Selain Sulawesi, PLN juga menghadapi penurunan kinerja pembangkit akibat El Nino di sejumlah wilayah lainnya.
Darmawan mengatakan perusahaan tengah melakukan penanganan secara bertahap, termasuk di beberapa wilayah Kalimantan.
"Di daerah-daerah lain juga menghadapi tantangan saat ini dengan adanya El Nino. Kami hadapi satu persatu," jelasnya.
Menurutnya, PLN juga melakukan perbaikan tata kelola dan penanganan terhadap sejumlah pembangkit untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan selama kondisi kemarau ekstrem.
"Ada beberapa daerah termasuk di Kalimantan ini sedang kami selesaikan (tata kelolanya) satu persatu. Termasuk beberapa pembangkit," pungkas Darmawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














