Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyiapkan langkah percepatan pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan menyederhanakan proses tender bagi pelaku usaha. Kebijakan ini disiapkan untuk mengejar target penambahan kapasitas PLTS hingga 100 gigawatt peak (GWp) dalam tiga tahun.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, target pengadaan PLTS 100 GWp tersebut nantinya juga akan tercantum dalam revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034.
Dari total target tersebut, pemerintah menargetkan proses tender PLTS dengan kapasitas sekitar 25 GW hingga 30 GW sudah mulai berjalan pada tahun ini.
"Khusus untuk PLTS 100 gigawatt, kami rencanakan 3 tahun. Di tahun ini kita sudah luncurkan kurang lebih sekitar 5,5 gigawatt tahap pertama. Dalam perencanaan itu kurang lebih sekitar 25 sampai dengan 30 gigawatt proses tendernya harus mulai berjalan," kata Bahlil dalam pemaparan di Electricity Connect 2026, ICE BSD City, dikutip Rabu (23/9/2026).
Untuk mengejar target tersebut, Bahlil menyebut pemerintah tengah menyesuaikan sejumlah regulasi, terutama terkait proses pengadaan proyek bagi perusahaan yang memiliki daya saing dan kemampuan teknologi.
Baca Juga: SCG Bukukan EBITDA Rp 24,1 Triliun, RI Jadi Pasar Pertumbuhan Penjualan Tertinggi
Pemerintah mempertimbangkan agar perusahaan yang memenuhi kriteria tersebut dapat mengikuti proses tender dengan mekanisme yang lebih sederhana dan tidak membutuhkan waktu terlalu panjang.
"Bagi perusahaan-perusahaan yang memang kompetitif dan mempunyai kemampuan teknologi yang baik, kita pertimbangkan untuk tendernya tidak perlu terlalu lama-lama," ujarnya.
Penyederhanaan proses birokrasi ini ditujukan untuk mencegah proses pengadaan proyek PLTS berlangsung terlalu lama. Dengan demikian, pelaksanaan proyek diharapkan dapat berjalan lebih cepat guna mendukung pencapaian target penambahan kapasitas pembangkit listrik.
"Kita pangkas birokrasinya, kalau memang ekonomis kita tunjuk dia saja. Enggak usah terlalu lama-lama, terputar-putar, terlalu banyak," katanya.
Dorong Produk Dalam Negeri
Selain mempercepat proses tender, pemerintah juga mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri dalam pembangunan PLTS.
Baca Juga: Truk Impor China Ganggu Pasar, Gaikindo dan Pengusaha Buka Suara
Bahlil mengatakan pemerintah akan memprioritaskan bahan dan produk hasil produksi domestik untuk memenuhi kebutuhan proyek PLTS 100 GWp maupun tambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,5 GW.
"Dan kita mengharapkan untuk memenuhi semua kebutuhan-kebutuhan daripada proyek (PLTS) 100 gigawatt maupun (penambahan kapasitas pembangkit listrik) 69,5 gigawatt, kita akan memprioritaskan bahan-bahan produksi dari dalam negeri," ujarnya.
Meski demikian, pemerintah tetap membuka opsi impor apabila kebutuhan proyek tidak dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri. Impor tersebut akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan ketersediaan dan kemampuan produksi domestik.
"Tentu kalau dalam negerinya tidak cukup, kita juga akan membuka peluang untuk melakukan impor, tapi betul-betul selektif," kata Bahlil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














