kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.979   -34,00   -0,19%
  • IDX 5.886   141,46   2,46%
  • KOMPAS100 767   22,82   3,07%
  • LQ45 582   16,21   2,87%
  • ISSI 204   4,66   2,34%
  • IDX30 329   8,57   2,67%
  • IDXHIDIV20 405   10,19   2,58%
  • IDX80 87   2,36   2,78%
  • IDXV30 110   2,44   2,28%
  • IDXQ30 106   2,85   2,77%

Ponsel masih impor, Wiko akan naikkan harga


Kamis, 27 Agustus 2015 / 22:22 WIB


Reporter: David Oliver Purba | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Produsen gadget asal Prancis, Wiko Mobile mengaku ikut terkena dampak pelemahan rupiah. Perusahaan yang baru meluncurkan tiga produk barunya ini, berencana menaikkan harga untuk beberapa tipe. 

"Kami lakukan perubahan harga, tapi hanya untuk sebagian tipe saja," ungkap Chief Excecutive Officer Wiko Mobile Indonesia, Dwi Lingga Jaya kepada KONTAN, Kamis (27/8).

Wiko terpaksa menaikan harga jual akibat biaya impor yang semakin tinggi. Saat ini, Wiko masih mengimpor seluruh produknya dari pabriknya yang berada di China. Namun, Wiko masih enggan memberitahu rencana kenaikan harga produknya. 

Meski ada kenaikan harga, Wiko yakin, penjualan ponsel pintar di Indonesia mencapai targetnya. "Memang daya beli masyarakat turun tapi bukan berarti tidak ada pembeli," ungkap Dwi.

Sekadar informasi, Wiko meluncurkan tiga produk baru di segmen menengah alias mid-end yaitu Bloom 2, Wiko Selfy dan Wiko Highway Signs. Perusahaan menawarkan gimik uang kembali atau cashback sampai Rp 800.000 bagi pembelian produk baru ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×