kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Potensi energi surya di Nusa Tenggara Timur mencapai 66 GW


Rabu, 03 Maret 2021 / 17:04 WIB
ILUSTRASI. Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS)


Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan potensi teoritis energi surya di Provinsi Nusa Tenggara Timur mencapai 66 GW.

"Potensi energi surya di Nusa Tenggara Timur sangat besar dengan tingkat radiasi tinggi, curah hujan jarang jadi kalau kita lihat potensi teoritis bisa 66 ribu MW," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam diskusi virtual, Rabu (3/3).

Baca Juga: Menteri ESDM: PLTS dan PLTA bakal jadi tumpuan EBT

Arifin menjelaskan, dari total potensi 66 GW maka potensi teknis energi surya mencapai hampir 10 GW atau sekitar 9,9 GW. Arifin memastikan pengembangan PLTS memang bakal jadi tumpuan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) beberapa tahun ke depan. "Kita fokus dengan PLTS karena sekarang bisa ditawarkan dengan harga murah terutama PLTS yang hybrid dengan PLTA," jelas Arifin.

Arifin menambahkan, untuk tahun 2021 hingga 2030 mendatang penambahan PLTS ditargetkan mencapai 5,3 GW yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia.

Pengembangan PLTS juga bakal dilakukan lewat implementasi PLTS Terapung di Waduk dan Danau serta PLTS Atap.

Selanjutnya: Pertamina memulai program pengembangan EBT

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×