kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.826   -2,00   -0,01%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Potensi kenaikan harga, petani garam tahan stok


Kamis, 08 Desember 2011 / 18:00 WIB
Potensi kenaikan harga, petani garam tahan stok
ILUSTRASI. Lahan bekas tambang batubara


Reporter: Bernadette Christina Munthe |

JAKARTA. Berakhirnya musim panen garam pada pertengahan Oktober di beberapa daerah dan awal November di seluruh Indonesia diharapkan bisa mendongkrak harga garam di tingkat petani.

Melihat potensi kenaikan harga, Anggota Presidium Aliansi Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia (A2PGRI) Jakfar Sodikit membocorkan bahwa sejumlah petani garam sengaja menahan penjualan garam untuk mendorong kenaikan harga.

Petani berharap harga garam bisa terkerek ke Rp 700 per kg untuk garam kualitas 3 dan Rp 800 per kg untuk garam kualitas 2. Kenyataannya, hingga awal Desember harga garam di tingkat petani masih berada di kisaran Rp 600 per kg untuk garam kualitas 3 dan Rp 650 per kg untuk garam kualitas 2.

Harga ini baru naik sedikit dari harga garam pada Oktober lalu yaitu Rp 500 per kg untuk garam kualitas 3 dan Rp 600 per kg hingga Rp 625 per kg untuk garam kualitas 3.

"Menurut data kami, saat ini stok garam di petani masih ada 338.000 ton. Dilihat dari stok ini seharusnya harga bisa mencapai Rp 800 per kg," kata Jakfar ketika dihubungi KONTAN, Kamis(8/12).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×