kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

PP Infrastructure pegang proyek investasi senilai Rp 3,2 triliun


Kamis, 10 Oktober 2019 / 12:58 WIB

PP Infrastructure pegang proyek investasi senilai Rp 3,2 triliun
ILUSTRASI. Kinerja PTPP: Pembangunan proyek Tol Bogor Ring Road Seksi 3 di Bogor, Jawa Barat, Senin (8/7). PT PP Tbk (PTPP) menargetkan pencapaian kontrak baru pada 2019 sebesar Rp 50,3 triliun. Sektor konstruksi menyumbang kontribusi terbesar dalam target pemasaran

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT PP Infrastructure (PPIN) miliki 6 proyek sepanjang tahun ini. Adapun proyek yang didominasi dari bisnis SPAM (Sistim Pola Air Minum) tersebut bernilai Rp 3,2 triliun.

I Komang Sudarma, Direktur Keuangan PPIN menjelaskan bahwa tahun ini pihaknya membidik memiliki aset senilai Rp 800 miliar. Menurutnya terbilang masih kecil lantaran investasi perusahaan merupakan proyek yang benar-benar baru (greenfield). Karenanya, ia memproyeksikan hingga tutup tahun pihaknya bisa menyelesaikan 2 dari total 6 proyek.

Baca Juga: Bersiap IPO, PP Infrastructure fokus menambah portofolio bisnis

"Kami dalam investasi ini bentuk BUP (Badan Usaha Pelaksana), jadi tahun ini baru dapat sehingga baru bisa memulai pelaksaannya di tahun ini juga," terangnya kepada kontan.co.id saat menyambangi kantornya di PP Plaza, Jakarta, Kamis (3/10).

Lebih lanjut, ia memaparkan beberapa proyek yang didapatnya yakni proyek SPAM di Tangerang Selatan dengan nilai investasi Rp 334 miliar yang mana sejauh ini progresnya telah mencapai 40%. Kemudian, yang baru mulai jalan berada di Gresik dengan nilai Investasi sekitar Rp 650 miliar untuk membangun pipa air 1.000 LPS (liter per second).

Adapun untuk proyeknya yang erada di Gresik saat ini baru menandatangani kontrak sehingga progresnya masih pembebasan lahan seluas 6 ha. "Jadi mulai konstruksi baru di tahun depan," lanjutnya.

Asal tahu saja, untuk proyek yang memulai tahapan konstruksi di tahun ini yakni 3 proyek SPAM di Jatisari Bekasi, Tangerang Selatan, dan Gresik. Sedangkan lainnya dari investasi di proyek fiber optiknya.

Didik Mardianto, Direktur Utama PPIN menegaskan bahwa secara lengkap portofolio proyek di sektor SPAM perusahaan ada di Bekasi dengan kapasitas sebesar 200 LPS, Tangerang Selatan (300 LPS).

Lalu Gresik (1.000 LPS), dan Pekanbaru (1.000 LPS). Juga, pihaknya sedang melakukan akuisisi SPAM di Bekasi dengan kapasitas 200 LPS yang disebutnya dapat dikembangkan hingga 500 LPS. "Saat ini dalam tahap due diligence dengan nilai masih di bawah Rp 100 miliar," ujarnya.

Baca Juga: Perluas peluang pasar ekspor, LPEI kenalkan UMKM mitra binaan ke Afrika

Komang menjelaskan kembali, untuk proyek lainnya di luar SPAM melalui PT Ultra Mandiri Telekomunikasi pihaknya menggelontorkan dana investasi sebesar Rp 440 miliar yang mana saat ini pihaknya baru mendapatkan kontrak 10% berjalan dalam pembangunan fiber optik sepanjang 7.000 KM. Dari sana ia menyebutkan nilai investasi yang telah didapatkan dari keenam proyek tersebut sebesar Rp 3,2 triliun.

"Kemungkinan hingga akhir tahun masih bisa bertambah, tetapi kami juga tidak terlalu optimis karena investasi harus berhati-hati," lanjutnya.

Hal tersebut lantaran pihaknya menargetkan sepanjang tahun ini memiliki kapasitas SPAM sebesar 5.600 LPS dan di tahun depan ditargetkan menjadi 12.150 LPS. Karenanya, pihaknya juga terus membidik proyek-proyek investasi baru lainnya.

Dari sana, pada 2021 mendatang pihaknya membidik target investasi proyek senilai Rp 17 triliun. Adapun rinciannya di tahun depan bisa mencatatkan proyek investasi baru senilai Rp 10 triliun dan di tahun berikutnya sebesar Rp 7 triliun yang mana 90% akan berasal dari bisnis SPAM. Komang mengungkapkan dua proyek yang dibidiknya di tahun depan yakni masih dari sektor SPAM yang berada di Banten dan Makassar, sayang ia masih enggan menuturkan nilainya.


Reporter: Sugeng Adji Soenarso
Editor: Azis Husaini

Video Pilihan


Close [X]
×