kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.535   35,00   0,20%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Premium Turun, SPBU Tak Rugi


Rabu, 12 November 2008 / 10:39 WIB


Reporter: Gentur Putro Jati |

TANGERANG. Rencana pemerintah menurunkan harga premium Rp 500 per liter mulai 1 Desember mendatang tidak merisaukan para pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Penurunan harga tersebut tidak ikut menurunkan pendapatan mereka, karena margin keuntungan menjadi pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) PT Pertamina (Persero) sudah ditetapkan fix.
 
"Bisa berpengaruh kalau perhitungan marginnya ditentukan berdasarkan persentase. Tapi kan sekarang sudah ditetapkan marjinnya fix," ujar Direktur Utama PT Gasindo Citra Perwira Mohammad Nur Adib, Rabu (12/11).
 
Adib menyebut marjin yang diberikan Pertamina kepada pengusaha SPBU adalah sebesar Rp 180 per liter untuk SPBU yang tidak memegang sertifikasi pasti pas, Rp 200 per liter untuk yang sudah berkomitmen mengikuti standar penjualan Pertamina Way, serta Rp 205 per liter untuk SPBU pasti pas.
 
"Jadi silahkan saja kalau mau diturunkan harganya. Malahan kalau harga diturunkan, makin banyak pemilik kendaraan yang beli premium sehingga konsumsi naik," kata Adib yang juga Ketua Umum Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas).

Adib menambahkan kalau pemerintah jadi membatasi konsumsi BBM Bersubsidi, seluruh pengusaha yang tergabung dalam asosiasi akan mendukungnya.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×