kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.975   2,00   0,01%
  • IDX 5.948   64,55   1,10%
  • KOMPAS100 772   8,67   1,13%
  • LQ45 584   5,53   0,96%
  • ISSI 206   2,10   1,03%
  • IDX30 331   3,45   1,05%
  • IDXHIDIV20 406   3,85   0,96%
  • IDX80 88   0,95   1,10%
  • IDXV30 110   1,41   1,30%
  • IDXQ30 106   1,00   0,95%

Produksi benih hortikultura lampaui target


Jumat, 18 Oktober 2013 / 08:00 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di salah satu kantor cabang Bank BUMN di Jakarta, Kamis (2/6)./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/02/06/2022.


Reporter: Maria Elga Ratri | Editor: Fitri Arifenie

JAKARTA. Harga produk hortikultura yang melambung tinggi sejak beberapa waktu lalu rupanya mendongkrak bisnis benih. Kebutuhan benih yang mengalami kenaikan sehingga produksinya juga terkerek naik. Tahun ini, produksi benih domestik ditargetkan sebesar 7.000 ton. Sampai September, target ini sudah bisa dicapai.


Afrizal Gindow, Ketua Umum Asosiasi Produsen Perbenihan Hortikultura Indonesia mengatakan, produksi benih hortikultura sampai akhir tahun ini bisa mencapai 7.700 ton. "Jika tidak terlalu banyak hujan pada saat panen dan pengeringan, produksi benih bisa melampaui target sekitar 10%," katanya kepada KONTAN, kemarin.


Beberapa jenis benih yang meningkat produksinya adalah jagung manis, tomat, cabai merah dan cabai keriting. Kebutuhan benih hortikultura pada 2013 mencapai 14.300 ton. "Jagung manis naik dari 500 ton menjadi 600 ton," kata Afrizal.


Selai peningkatan volume produksi, beberapa jenis tanaman hortikultura juga mengalami kenaikan harga jual. Misalnya melon dan semangka. Harga semangka naik sekitar 5% dari tahun lalu menjadi sekitar Rp 4 juta per ton. Sedangkan melon rock naik sekitar 15% dari harga Rp 10 juta per ton menjadi Rp 12 juta per ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×