kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Produksi mobil turun 14,49%


Jumat, 31 Juli 2015 / 19:04 WIB
Produksi mobil turun 14,49%


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Perambatan ekonomi nasional berdampak negatif bagi perindustrian. Jumlah produksi mobil nasional juga turun 14,49% di Semester I 2015 dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), jumlah produksi mobil nasional di Semester I 2015 mencapai 577.507 unit. Jumlah ini turun 14,49% dibandingkan Semester I 2014 yang mencapai 675.425 unit. Di periode yang sama, penjualan mobil nasional hanya 525.458 unit, turun 18,16%.

Soehari Sargo, pengamat otomotif, bilang bahwa penurunan jumlah produksi mobil di sepanjang Semester I 2015 merupakan hal yang wajar. Sebab tak bisa dipungkiri ada penurunan tingkat permintaan yang membuat penjualan mobil turun dibanding tahun lalu. "Jadi wajar kalau sejumlah Agen Pemegang Merek (APM) menurunkan kapasitas produksinya," kata Soehari pada KONTAN, Jumat (31/7).

Namun Soehari menegaskan dirinya belum mendengar ada kabar sebagian APM akan mengurangi jumlah pabrik ataupun melakukan rasionalisasi karyawan. Menurutnya, penurunan kapasitas produksi merupakan bentuk adapatasi kalangan pelaku industri otomotif untuk mengurangi beban produksi ditengah penjualan yang sedang lesu. "Jadi saya kira tidak akan sampai sejauh itu," pungkas Soehari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×