kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.628.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.855   89,00   0,50%
  • IDX 6.385   -56,43   -0,88%
  • KOMPAS100 835   -7,46   -0,89%
  • LQ45 634   -5,96   -0,93%
  • ISSI 222   -3,01   -1,34%
  • IDX30 353   -3,37   -0,95%
  • IDXHIDIV20 440   -4,01   -0,90%
  • IDX80 95   -0,92   -0,95%
  • IDXV30 121   -0,86   -0,71%
  • IDXQ30 114   -1,28   -1,12%

Produksi Tambang Terkontraksi di Kuartal II 2026, Apa Penyebabnya?


Kamis, 06 Agustus 2026 / 18:40 WIB
Produksi Tambang Terkontraksi di Kuartal II 2026, Apa Penyebabnya?
ILUSTRASI. Kinerja produksi sektor pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi pada kuartal II 2026. (KONTAN/Panji Indra)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja produksi sektor pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi pada kuartal II 2026.

Penurunan produksi sejumlah komoditas utama menjadi penekan utama laju pertumbuhan lapangan usaha pertambangan nasional di tengah upaya pemerintah mengatur tata kelola pasokan mineral dan batubara.

Ketua Komite Pertambangan Bidang ESDM Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hendra Sinadia menyebut, tren kontraksi di sektor pertambangan sebenarnya sudah terjadi dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. 

Baca Juga: Freeport Ajukan Perpanjangan IUPK, Investasi Tambang Bawah Tanah Butuh Kepastian Izin

Kebijakan efisiensi dan penyesuaian kuota produksi melalui persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) turut memengaruhi dinamika operasional para pelaku usaha di lapangan.

"Sektor pertambangan sejak 4 tahun terakhir ini menurut data BPS pertumbuhannya negatif. Dengan kebijakan pemangkasan kuota mineral dan Batubara dalam persetujuan RKAB," ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (6/8/2026).

Hendra mengungkapkan, pengetatan operasional serta adanya kendala teknis pada produsen raksasa turut memberikan dampak signifikan terhadap volume produksi mineral. Salah satu penekan kinerja pertambangan pada periode kuartal kedua tahun ini berasal dari terhentinya aktivitas operasional pada fasilitas tambang tembaga skala besar di dalam negeri.

"Kontraksi di kuartal II juga antara lain disebabkan untuk komoditas tembaga terhentinya produksi PT Freeport Indonesia. Pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM sudah merelaksasi kuota produksi dalam revisi RKAB tapi tentu butuh waktu," kata dia.

Baca Juga: Investasi Tembus Rp 2,7 Triliun Jadi Pemicu Pertumbuhan Industri Tekstil Nasional

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×