kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Produsen baja keluhkan mahalnya harga gas industri


Selasa, 22 Maret 2016 / 22:05 WIB


Reporter: Emir Yanwardhana | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Penjualan Baja masih kurang kompetitif akibat harga gas industri yang mahal. Padahal, industri baja kini kian menjerit melihat harga baja dunia yang masij anjlok.

Direktur Utama PT Krakatau Steel Sukandar mengatakan, harga gas yang masih tinggi membuat produsen baja dalam negeri sulit bersaing dengan baja luar negeri. Padahal, separuh dari produksi baja pasti diekspor ke luar. "Bagaimana mau bersaing, harga gas di luar negeri bisa US$ 5 per MMBTU. Sedangkan kita masih US$ 9 per MMBTU," kata Sukandar.

Karena itu, dengan peralihan penggunaan energi menggunakan batu bara ini dapat menjadi solusi agar harga baja dapat bersaing ditengah lesunya harga baja dunia. 

Sukandar melanjutkan, untuk menggairahkan pasar domestik ada beberapa langkah strategi yang akan dilakukan perusahaan. Salah satunya melalui proyek kemitraan dalam hal ini proyek konstruksi pemerintah menjadi celah untuk menggali cuan. "Misalnya seperti proyek pelabuhan dengan Pelindo II serta pembangunan bandara kita yang memasok bajanya," kata Sukandar.

Sukandar mengatakan, turunnya harga baja membuat perusahaan sulit untuk meraup keuntungan. Pada 2015, pendapatan perusahaan hanya mencapai US$ 1,32 miliar, turun 29% dari pendapatan tahun sebelumbya US$ 1,86 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×