Reporter: Klaudia Molasiarani | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kondisi industri properti yang masih dalam tren melambat, membuat beberapa pengembang memfokuskan bisnisnya pada segmen tertentu. Adapun PT Metropolitan Land Tbk pada tahun ini bakal fokus menggarap proyek-proyek landed house yang dinilai memiliki prospek yang lebih baik dibandingkan high rise building.
Olivia Surodjo, Direktur Metropolitan Land mengatakan, tahun ini pihaknya bakal lebih mengandalkan landed residential maupun kavling komersial. Olivia pun menilai, proyek high rise nantinya tidak akan sebagus landed. "Fokus tetap di landed house dan commercial plot," ungkap Olivia saat dihubungi KONTAN.co.id, Jumat (26/1). Menurutnya, permintaan untuk landed saat ini masih jauh lebih kuat dibandingkan untuk strata title.
Adapun sepanjang 2017 lalu, kata Olivia, kontribusi penjualan untuk strata title masih sangat kecil, yakni di bawah 10%.
Perusahaan berkode saham MLTA di Bursa Efek Indonesia tersebut pada tahun ini masih akan mengandalkan beberapa proyek eksisting, seperti Metland Menteng, Metland Puri, Metland Cyber, Metland Transyogi, Metland Tambun, Metland Cibitung, dan Metland Cileungsi.
"Di beberapa proyek itu, tahun ini kami akan meluncurkan beberapa klaster baru," ujarnya. Melalui proyek tersebut, lanjut Olivia, pihaknya ingin membidik segmen menengah dan menengah ke atas dengan harga yang dimulai dari kisaran Rp 300 juta. Adapun nilai penjualan yang paling mahal adalah Metland Cyber yakni di atas Rp 4 miliar.
Sepanjang tahun lalu, kata Olivia, perusahaan mencatatakan perolehan marketing sales mencapai Rp 1,8 triliun. Adapun proyek-proyek yang menyumbang marketing sales paling besar adalah Metland Cyber, Metland Cibitung, dan Metland Menteng. Menurut Olivia, penjualan Metland Cyber ditopang oleh penjualan tanah rumah sakit. Ketiga proyek itu merupakan proyek landed house yang berkontribusi sekitar 40% terhadap keseluruhan marketing sales.
Dengan mengandalkan proyek-proyek landed house, pada tahun ini, perusahaan menargetkan perolehan marketing sales mencapai Rp 2 triliun, terdiri dari Rp 1,5 triliun pendapatan pra penjualan dan Rp 500 miliar recurring income dari proyek-proyek komersial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













