kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Proyek masih lesu, Betonjaya Manunggal (BTON) fokus garap pasar ritel


Kamis, 13 Juni 2019 / 18:26 WIB
Proyek masih lesu, Betonjaya Manunggal (BTON) fokus garap pasar ritel

Reporter: Agung Hidayat | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) masih berupaya meningkatkan kinerja bisnisnya. Meski di tengah kondisi ketidakpastian pasar material bangunan sekarang, perusahaan cukup optimis tetap bertumbuh sepanjang tahun 2019 ini.

Andy Soesanto, Direktur BTON mengatakan perusahaannya masih dapat memaksimalkan segmen penjualan di tingkat ritel. "Output kami tidak terlalu banyak untuk proyek, jadi lebih ke distributor (ritel). Apalagi kalau dilihat proyek seperti properti masih lesu," terangnya kepada Kontan.co.id, Kamis (13/6).


Usai lebaran tahun ini, Andy mengaku banyak pelaku industri besi beton cenderung wait and see. Namun demikian manajemen optimis masih dapat tumbuh di tengah kondisi yang ada saat ini.

Kata Andy, jika market dan permintaan meningkat BTON bakal mampu meningkatkan utilitas pabrikannya. Untuk saat ini perseroan masih mencoba mematok pertumbuhan volume penjualan 10%, dimana tahun lalu yang dicapai sekitar 17.600 ton.

Saat ini pabrik BTON tercatat memiliki kapasitas terpasang mencapai 45 ribu ton per tahun. Menurut Andy, perseroan belum berencana menambah lini produksi sehingga memaksimalkan terlebih dahulu yang telah eksisting saat ini.

Sayangnya mengenai target revenue, manajemen belum dapat menerangkan secara rinci. Adapun sampai kuartal-I 2019 kemarin, penjualan besi beton menyumbang 68% dari total revenue atau senilai Rp 18,07 miliar dan tercatat turun 19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 22,35 miliar.

Sedangkan lini waste plate dapat membukukan pertumbuhan penjualan 28% yoy menjadi Rp 6,71 miliar di kuartal pertama tahun ini. Secara total, revenue BTON di tiga bulan pertama tahun ini tercatat sebanyak Rp 26,42 miliar atau turun 9,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 29,24 miliar.

Adapun beban pokok penjualan membengkak hingga 34% year on year menjadi Rp 22,52 miliar di triwulan pertama 2019. Alhasil, laba kotor tergerus 62% yoy menjadi Rp 3,89 miliar saja di kuartal pertama tahun ini.

Setelah dikurangi pos beban lainnya, BTON membukukan rugi bersih senilai Rp 233 juta di tiga bulan pertama tahun ini dimana pada periode yang sama tahun lalu masih memperoleh laba bersih Rp 8,49 miliar.




TERBARU

Close [X]
×