kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

PT Bukit Asam menanti ketetapan harga DMO batubara


Selasa, 06 Maret 2018 / 23:08 WIB
ILUSTRASI. Tambang Batubara Bukit Asam


Reporter: Aulia Fitri Herdiana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menanti penetapan harga batubara domestik (domestic market obligation/DMO) oleh pemerintah.

Meski PTBA mengaku menunggu keputusan pasti soal DMO, namun Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin tidak mau berkomentar terlalu banyak.

"Keputusan finalnya masih di Pak Presiden, jadi kami tunggu aja dulu, baru bisa berkomentar," ucap Arviyan saat dihubungi KONTAN, Selasa (6/3).

Arviyan menambahkan sebagai BUMN, suplai batubara ke PLN justru lebih tinggi dibanding swasta.

Catatan saja, pembahasan DMO batubara masih terus bergulir. Presiden Joko Widodo hingga kini belum meneken revisi Peraturan Pemerintah (RPP) 01/2017 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Dalam penetapan DMO, PLN memberi usulan harga DMO berkisar antara US$ 60-US$ 70 per metrik ton. Namun, Asosiasi Pengusaha Batu Bara Indonesia (APBI) mengusulkan harga batubara untuk PLN yakni sebesar 85 US$ per metrik ton.

"Intinya kami yakin pemerintah punya pertimbangan yang baik untuk pengusaha batubara dalam negeri," jelas Arviyan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×