kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.594.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 17.941   23,00   0,13%
  • IDX 5.936   -157,61   -2,59%
  • KOMPAS100 766   -19,95   -2,54%
  • LQ45 591   -10,76   -1,79%
  • ISSI 206   -6,62   -3,11%
  • IDX30 330   -4,72   -1,41%
  • IDXHIDIV20 423   -4,31   -1,01%
  • IDX80 88   -2,12   -2,37%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,74%
  • IDXQ30 108   -1,04   -0,95%

PTBA Tengah Ajukan Usulan RKAB 2027 ke Kementerian ESDM


Senin, 12 Oktober 2026 / 21:25 WIB
PTBA Tengah Ajukan Usulan RKAB 2027 ke Kementerian ESDM
ILUSTRASI. Batubara Bukit Asam (Dok/PTBA)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyatakan saat ini sedang memproses pengajuan usulan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk periode tahun 2027 kepada Kementerian ESDM. 

Langkah ini dilakukan di tengah upaya pemerintah yang terus meningkatkan efisiensi dan perbaikan proses persetujuan RKAB pertambangan nasional.

Emiten tambang batubara pelat merah tersebut menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga kinerja operasional yang solid hingga akhir tahun ini. PTBA mencatat kinerja produksi dan penjualan perusahaan masih berada di jalur yang tepat (on track) guna mengejar seluruh target operasional yang telah ditetapkan oleh perseroan untuk sepanjang tahun 2026.

Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan menyampaikan, pihaknya optimis mampu mencapai target produksi batubara yang membidik angka sekitar 49,5 juta ton pada tahun ini.

Baca Juga: Laba Bukit Asam (PTBA) Tergerus Rp 14,5 Triliun Sepanjang 2018-2025, Ini Pemicunya

"PTBA sedang dalam proses pengajuan usulan rencana produksi 2027 kepada Kementerian ESDM. Kami senantiasa memprioritaskan kebutuhan suplai domestik, sembari mencermati peluang pasar ekspor," ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin (12/10/2026).

Bambang mengungkapkan, keandalan rantai pasok yang terintegrasi dari hulu ke hilir menjadi fondasi utama perusahaan dalam mempertahankan stabilitas operasional harian. Pengelolaan yang terintegrasi tersebut mencakup seluruh tahapan penambangan di area tambang, moda angkutan kereta api, hingga pengelolaan dermaga pelabuhan untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan secara tepat waktu.

"Dukungan rantai pasok yang terintegrasi menjadi salah satu modal penting bagi PTBA dalam menjaga keandalan pasokan," ungkapnya.

Sementara itu, Kementerian ESDM sendiri terus berbenah untuk mempercepat evaluasi RKAB agar kepastian kapasitas produksi badan usaha dapat diperoleh lebih cepat. 

Pemerintah menargetkan rasio keberhasilan permohonan RKAB periode berikutnya terus meningkat seiring penyelarasan pemahaman antara pihak evaluator dan para pelaku usaha di sektor pertambangan.

Baca Juga: Bukit Asam (PTBA) Genjot Diversifikasi Bisnis, Tapi Batubara Masih Jadi Mesin Laba

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×