Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperkuat aspek keberlanjutan dalam menjalankan bisnis. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui penerapan konsep hijau dalam operasional perusahaan, tetapi juga dengan memperkuat tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).
Program TJSL dijalankan perusahaan di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi, sosial kemasyarakatan, infrastruktur, hingga ketahanan pangan.
Di bidang kesehatan, Pupuk Kaltim menjalankan TJSL melalui penguatan sarana dan prasarana medis serta dukungan terhadap peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Teranyar, perusahaan menghibahkan satu unit kendaraan Mini Intensive Care Unit (ICU) kepada Kodam VI/Mulawarman untuk memperkuat pelayanan kesehatan di RS TNI AD dr. R. Hardjanto Balikpapan.
Baca Juga: Pupuk Kaltim Siapkan Stok Pupuk 293.000 Ton untuk Musim Tanam Oktober-Maret
Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra mengatakan hibah tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan sekaligus upaya memperkuat sinergi dengan Kodam VI/Mulawarman dalam meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan.
Mini ICU tersebut dilengkapi berbagai peralatan medis darurat, termasuk ventilator mobile, defibrillator, bedside monitor, infuse pump, syringe pump, suction, serta perangkat evakuasi dan oksigenasi.
“Kami harap Mini ICU ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pelayanan kesehatan dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Rafli dałam keterangannya, Selasa (29/9/2026).
Pupuk Kaltim terus berkomitmen memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan Kodam VI/Mulawarman untuk memperluas manfaat bagi masyarakat, termasuk melalui kerja sama sesuai kapasitas masing-masing.
Baca Juga: Revamping Pabrik Amonia Pupuk Kaltim Rampung, Siap Pangkas Emisi
Sementara itu, Kasdam Brigjen TNI Andy Setyawan mengapresiasi hibah satu unit Mini ICU untuk RS TNI AD dr. R. Hardjanto Balikpapan. Menurut Andy, bantuan tersebut mendukung operasional rumah sakit, khususnya dalam menangani pasien yang membutuhkan penanganan cepat. “Kami berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus dipertahankan dan dikembangkan di berbagai bidang lainnya,” ujarnya.
Dari sisi bisnis, Pupuk Kaltim memperkuat kesiapan stok dan produksi pupuk untuk menghadapi musim tanam Oktober 2026-Maret 2027. Hingga 20 September 2026, stok pupuk di gudang produsen lini I mencapai lebih dari 293.000 ton, terdiri dari 285.841 ton urea, 5.093 ton NPK Phonska, dan 2.182 ton NPK Kakao.
Sebelumnya, Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra mengatakan ketersediaan stok disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan pupuk selama musim tanam.
Pupuk Kaltim tercatat telah memproduksi 5,1 juta ton pupuk hingga 22 September 2026, atau 78,48% dari target produksi 2026. Realisasi tersebut terdiri dari 2,74 juta ton urea, 254.458 ton NPK, dan 2,11 juta ton amonia.
Pupuk Kaltim memiliki kapasitas produksi hingga 6,47 juta ton per tahun dari 13 pabrik. Kapasitas tersebut mencakup 3,43 juta ton urea, 300.000 ton NPK, dan 2,74 juta ton amonia per tahun.
.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














