Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut melalui program rehabilitasi terumbu karang yang telah dijalankan secara konsisten sejak 2011 di kawasan Tebok Batang, Kota Bontang.
Program ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan. Selama lebih dari satu dekade, Pupuk Kaltim telah memasang ribuan modul terumbu buatan untuk memulihkan ekosistem laut yang rusak akibat praktik penangkapan ikan tidak ramah lingkungan.
Rehabilitasi dilakukan melalui pembangunan tiga tipe modul terumbu buatan, yakni Pyramid, Cube, dan Dome, yang dipadukan dengan transplantasi karang, pelibatan masyarakat pesisir, serta pemantauan ekologi dan sosial secara berkelanjutan. Desain modul tersebut terbukti mampu mendukung pertumbuhan karang sekaligus meningkatkan keanekaragaman hayati di kawasan rehabilitasi.
Hingga 2025, Pupuk Kaltim telah mengonservasi area seluas 2,23 hektare dari total izin Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) seluas 10 hektare. Upaya tersebut berdampak pada peningkatan populasi ikan karang menjadi 57 familia dan karang menjadi 69 genus.
Baca Juga: Pupuk Kaltim Catat Produksi 3,44 Juta Ton di Sepanjang Semester I-2026
Tebok Batang kini menjadi model konservasi kolaboratif yang memadukan pemulihan ekosistem laut dengan pemberdayaan masyarakat pesisir. Keberhasilan restorasi didukung oleh pemantauan berkelanjutan dan pengelolaan yang adaptif.
Atas komitmennya menjaga keberlanjutan ekosistem laut, Pupuk Kaltim mendapat pengakuan internasional dalam ajang 16th International Coral Reef Symposium (ICRS) di Auckland, Selandia Baru, pada 19–24 Juli 2026.
Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya, mengatakan partisipasi perusahaan dalam ICRS 2026 mencerminkan komitmen menjalankan prinsip ESG sekaligus mendukung pencapaian SDGs Tujuan 14 (Life Below Water).
Menurutnya, pengakuan di forum internasional tersebut menunjukkan inisiatif keberlanjutan Pupuk Kaltim memberikan kontribusi nyata dan diakui secara global. “Ke depan, perusahaan akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, masyarakat, dan mitra strategis untuk memperluas manfaat program konservasi, khususnya di Kota Bontang,” kata dia dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).
Pupuk Kaltim menjadi satu-satunya perusahaan industri nasional yang mewakili Indonesia dalam 16th International Coral Reef Symposium (ICRS) 2026, forum ilmiah terbesar di bidang riset, konservasi, dan pengelolaan terumbu karang.
Baca Juga: Strategi Pupuk Kaltim (PKT) Hadapi Kenaikan Bahan Baku Imbas Konflik Timur Tengah
Pada ajang yang diikuti lebih dari 2.100 delegasi dari 90 negara itu, Pupuk Kaltim mempresentasikan dua karya ilmiah, yakni presentasi oral Quindecennial Consecutively Collaborative Coral Restoration dan poster ilmiah Integration Coral Restoration through Long-Term Stakeholder Engagement and its Independence Governance.
Perwakilan delegasi Pupuk Kaltim, Astri Agustina, mengatakan kedua karya tersebut menyoroti pendekatan restorasi terumbu karang yang mengintegrasikan aspek ekologi, sosial, tata kelola, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat. “Pengalaman Pupuk Kaltim menunjukkan praktik keberlanjutan sektor industri dapat memberikan kontribusi nyata sekaligus menjadi referensi pengelolaan ekosistem pesisir berbasis sains dan kolaborasi.” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
