kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.534   34,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

RI menuai ekspor dari Afrika dan Timur Tengah


Jumat, 03 Agustus 2012 / 17:05 WIB
ILUSTRASI. Jadwal program spesial Genshin Impact diumumkan, live streaming mulai 9 Juli 2021


Reporter: Nur Ramdhansyah A | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kementerian Perdagangan menyatakan, ekspor non migas ke beberapa negara emerging market seperti di beberapa negara di benua Afrika naik pesat pada semester I tahun ini. Kenaikan kinerja ekspor ke negara emerging market ini memberi harapan baru bagi kinerja ekspor yang sedang turun

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menjelaskan, walaupun kinerja ekspor secara keseluruhan sedang turun, namun ekspor non migas itu tujuan Pantai Gading, Djibouti, Yaman, Pakistan, Colombia, Saudi Arabia, Finlandia dan Kenya mengalami tren kenaikan walaupun secara nilai masih kecil.

Untuk Pantai Gading misalnya, ekspor sektor nonmigas Indonesia naik 346,9%. "Ekspor Indonesia juga naik ke Djibouti 83%, Yaman 79,8%, Pakistan 76,6%, Colombia 57,9%, Saudi Arabia 43,6% dan Kenya 30,6%," kata Gita di Jakarta, Jumat (3/8).

Disamping negara itu, kata dia, terdapat beberapa negara yang menjadi mitra dagang yang masih memberikan surplus terbesar terhadap neraca perdagangan Indonesia. "Mereka itu ialah India, Belanda, Amerika Serikat, Filipina, Malaysia dan Spanyol," ujarnya.

Lantas mengapa Indonesia kinerja ekspor secara keseluruhan turun? Gita menjawab, hal tersebut dikarenakan terjadi penurunan ekspor saat kinerja impor mengalami kenaikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×