kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ribuan nelayan NTB jatuh miskin, ada apa?


Senin, 09 Oktober 2017 / 21:25 WIB
Ribuan nelayan NTB jatuh miskin, ada apa?


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Larangan penangkapan benih lobster membuat nelayan di Nusa Tenggara Barat (NTB) tertekan.

"Larangan penangkapan benih lobster di perairan NTB membuat puluhan ribu kepala keluarga nelayan jatuh miskin," ujar Ketua Kadin Provinsi NTB, L. Herry Prihatin kepada KONTAN, Senin (9/10).

Herry bilang benih lobster yang ditangkap di NTB tidak merusak lingkungan. Penangkapan benih lobster tidak menggunakan alat yang merusak dan kimia berbahaya.

Selain itu teknologi perkembangan lobster telah berkembang di luar Indonesia. "Teknologi pembesaran lobster dikuasai oleh Vietnam dan Filipina," terang Herry.

Pelarangan ini dianggap menghentikan laju pertumbuhan ekonomi nelayan NTB. Herry bilang seharusnya pemerintah memberikan solusi dengan mengajarkan cara budidaya lobster kepada nelayan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×