kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.861   15,00   0,09%
  • IDX 8.970   32,95   0,37%
  • KOMPAS100 1.238   8,86   0,72%
  • LQ45 873   5,46   0,63%
  • ISSI 326   2,03   0,63%
  • IDX30 443   3,05   0,69%
  • IDXHIDIV20 521   4,24   0,82%
  • IDX80 138   1,06   0,78%
  • IDXV30 145   1,40   0,98%
  • IDXQ30 141   1,00   0,71%

Ribuan nelayan NTB jatuh miskin, ada apa?


Senin, 09 Oktober 2017 / 21:25 WIB
Ribuan nelayan NTB jatuh miskin, ada apa?


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Larangan penangkapan benih lobster membuat nelayan di Nusa Tenggara Barat (NTB) tertekan.

"Larangan penangkapan benih lobster di perairan NTB membuat puluhan ribu kepala keluarga nelayan jatuh miskin," ujar Ketua Kadin Provinsi NTB, L. Herry Prihatin kepada KONTAN, Senin (9/10).

Herry bilang benih lobster yang ditangkap di NTB tidak merusak lingkungan. Penangkapan benih lobster tidak menggunakan alat yang merusak dan kimia berbahaya.

Selain itu teknologi perkembangan lobster telah berkembang di luar Indonesia. "Teknologi pembesaran lobster dikuasai oleh Vietnam dan Filipina," terang Herry.

Pelarangan ini dianggap menghentikan laju pertumbuhan ekonomi nelayan NTB. Herry bilang seharusnya pemerintah memberikan solusi dengan mengajarkan cara budidaya lobster kepada nelayan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×