Reporter: Gloria Haraito | Editor: Djumyati P.
JAKARTA. Senin malam (27/9), taipan asal Inggris, Richard Branson mengadakan kuliah umum di Hotel Indonesia Kempinski. Dalam acara yang diprakarsai oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) ini, Richard mengatakan berbagai pandangannya tentang dunia investasi.
Sebagai seorang pengusaha, bagi Richard hal yang paling penting diperhatikan sebelum berinvestasi ialah memiliki semangat terhadap bidang yang akan digarap. "Selanjutnya, penting bagi saya suatu negara itu korupsi atau tidak," ujar Richard di hadapan lebih dari 1.000 hadirin.
Mengembangkan 350 perusahaan di lebih dari 30 negara bukanlah hal yang mudah dicapai oleh Richard. Ia mengaku, kunci suksesnya terletak pada keberanian memulai usaha tanpa takut gagal. "Melalui kegagalan tersebut, Anda belajar untuk tidak mengulangi hal yang sama. Itu adalah metode terhebat di dunia dan semua orang selalu berhasil dengan metode yang sama," lanjut Richard.
Dalam hidupnya, pria kelahiran London, 18 Juli 1950 ini memulai usaha saat ia berusia 16 tahun dengan menerbitkan majalah Student untuk sekolahnya, Stowe School. Pada 1970, ia mendirikan perusahaan rekaman bernama Virgin. Richard membuka toko pertamanya di Oxford Street, London.
Setahun kemudian, Virgin berkembang dengan membangun studio rekaman di Oxfordshire. Virgin Music terus berkembang sampai Richard menjualnya kepada EMI tahun 1992 seharga US$ 1 miliar. Baru-baru ini ia terobsesi melakukan ekspansi usaha wisata ke luar angkasa lewat Virgin Galactic.
Kini, di bawah payung Virgin Group, Richard memiliki banyak bisnis antara lain maskapai penerbangan (Virgin Atlantic Airways), telekomunikasi dan media (Virgin Mobile, Virgin Media), keuangan (Virgin Money), gaya hidup (Virgin Active, Virgin Books, Virgin Drinks, Virgin Wines), hingga kegiatan sosial (Virgin Green Fund, Virgin Earth Challenge, Virgin Unite). Tahun 2009, Forbes mencatat Richard sebagai orang terkaya ke-261 di dunia versi majalah Forbes 2009 dengan total kekayaan US$ 3,9 miliar.
Richard menilai, dua hal penting dalam membesarkan usaha ialah transformasi dan inovasi produk. Richard termasuk salah satu pengusaha yang menciptakan tren maskapai murah. Lalu ia memandang, penting pula mengintegrasikan bisnis yang ada di grup. "Kami punya banyak merek, dan semuanya harus berkembang dan kuat bersama, perusahaan yang absolut bagus ialah yang tidak bangkrut," pungkas Richard.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













