kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.938   -50,00   -0,28%
  • IDX 6.145   23,17   0,38%
  • KOMPAS100 797   3,92   0,49%
  • LQ45 610   2,00   0,33%
  • ISSI 213   1,36   0,64%
  • IDX30 338   0,76   0,23%
  • IDXHIDIV20 430   3,09   0,72%
  • IDX80 91   0,41   0,45%
  • IDXV30 116   1,09   0,95%
  • IDXQ30 110   0,70   0,64%

Ricuh HET beras, Kemdag lakukan koordinasi


Kamis, 27 Juli 2017 / 19:42 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pedagang beras mulai khawatir tentang ricuhnya Harga Eceran Tertinggi (HET). Tjahya Widayanti, Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan (Kemdag) menerangkan masih melakukan koordinasi dengan Satuan Petugas Pangan (Satgas Pangan).

Menurut Tjahya belum ada regulasi mengenai HET. Namun, sudah beredar di masyarakat bahwa HET beras adalah Rp 9.000. "Memang sudah ada regulasi tentang HET? Belum kan?" ujar Tjahya melalui pesan singkat kepada KONTAN, Kamis (27/7).

Tjahya menambahkan bahwa regulasi yang beredar sampai saat ini belum diundangkan. Meski sudah ditandatangani oleh Menteri Perdagangan, aturan tersebut masih dalam proses untuk diundangkan.

Beredarnya isu HET beras membuat sejumlah pedagang khawatir. Bahkan sebelumnya pedagang beras di pasar Cipinang mengaku tidak mendapatkan stok beras dari daerah. Hal tersebut dikarenakan HET yang dianggap rendah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×