kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Ricuh HET beras, Kemdag lakukan koordinasi


Kamis, 27 Juli 2017 / 19:42 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pedagang beras mulai khawatir tentang ricuhnya Harga Eceran Tertinggi (HET). Tjahya Widayanti, Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan (Kemdag) menerangkan masih melakukan koordinasi dengan Satuan Petugas Pangan (Satgas Pangan).

Menurut Tjahya belum ada regulasi mengenai HET. Namun, sudah beredar di masyarakat bahwa HET beras adalah Rp 9.000. "Memang sudah ada regulasi tentang HET? Belum kan?" ujar Tjahya melalui pesan singkat kepada KONTAN, Kamis (27/7).

Tjahya menambahkan bahwa regulasi yang beredar sampai saat ini belum diundangkan. Meski sudah ditandatangani oleh Menteri Perdagangan, aturan tersebut masih dalam proses untuk diundangkan.

Beredarnya isu HET beras membuat sejumlah pedagang khawatir. Bahkan sebelumnya pedagang beras di pasar Cipinang mengaku tidak mendapatkan stok beras dari daerah. Hal tersebut dikarenakan HET yang dianggap rendah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×