kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45952,80   9,76   1.04%
  • EMAS1.014.000 -1,46%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Roche dan Kalbe Farma Perkenalkan Metode Pemeriksaan Terbaru Penyakit Kanker


Kamis, 08 Desember 2022 / 12:08 WIB
Roche dan Kalbe Farma Perkenalkan Metode Pemeriksaan Terbaru Penyakit Kanker
ILUSTRASI. Warga menunjukkan rambutnya usai dipotong yang akan didonasikan kepada pasien kanker, Rabu (12/2/2020).ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Roche dan afiliasi independen, Foundation Medicine Inc. (FMI) menggandeng Kalbe Farma Tbk melalui KALGen Innolab (Laboratorium Klinik Kalbe) meluncurkan layanan pemeriksaan Comprehensive Genomic Profiling (CGP). Layanan terbaru ini menggunakan teknologi Next Generation Sequencing (NGS).

Ini  layanan pemeriksaan CGP disetujui lembaga pengawas obat dan makanan Amerika Serikat (FDA) yang pertama hadir di Indonesia. Layanan pemeriksaan baru ini dapat membantu menentukan terapi terbaik bagi pasien kanker, sesuai pemetaan genomik tumor pada masing-masing pasien. 

Ada dua tipe pemeriksaan. Pertama, FoundationOne CDx, untuk semua jenis kanker tumor padat dengan menganalisis sampel DNA. Kedua, FoundationOne Heme, untuk pasien dengan kelainan hematologi dan sarkoma di semua stadium dengan menganalisis DNA dan RNA pasien. 

Kedua pemeriksaan ini mampu mendeteksi secara komprehensif mutasi pada lebih dari 300 gen yang berhubungan dengan pertumbuhan kanker. “KalGen Innolab terus berusaha berinovasi dan melengkapi rangkaian layanan pemeriksaan yang berperan dalam manajemen terapi pasien,” tutur Yuniar Linda, Presiden Direktur PT Innolab Sains Internasional (KALGen Innolab), dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, Kamis (8/12).

Baca Juga: Tanaman Sukulen yang Bisa Dimakan, Ini Manfaat dan Perawatannya

Ait-Allah Mejri, Presiden Direktur Roche Indonesia mengatakan, upaya Roche dan FMI yang hadir di Indonesia ini merupakan kemajuan yang penting pada visi perusahaan.  "Sehingga memungkinkan lebih banyak pasien kanker mendapatkan pelayanan kesehatan yang terpersonalisasi," kata Mejri.

Kanker di Indonesia menjadi masalah ekonomi kesehatan masyarakat yang utama dan bebannya semakin meningkat. Dengan hampir 400.000 kasus baru pada tahun 2020,akan ada kenaikan jumlah kasus pada tahun 2040. Pengendalian kanker yang lebih baik dan perubahan paradigma dalam penanganan kanker menjadi lebih penting untuk memperkuat sistem kesehatan di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×