kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Rumah Zakat luncurkan Gerakan Kebahagiaan Indonesia, apa itu?


Kamis, 06 Februari 2020 / 21:58 WIB
Rumah Zakat luncurkan Gerakan Kebahagiaan Indonesia, apa itu?
Menteri Sosial Juliari Batubara bersama Chief Executive Officer Rumah Zakat Nur Efendi usai penandatanganan kerjasama program Kebahagiaan Indonesia #DimulaiDariKita di Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020).

Reporter: Annisa Fadila | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rumah zakat meluncurkan gerakan kebahahagiaan Indonesia dengan tagar #DimulaiDariKita. Gerakan ini menargetkan sebanyak 2.814 desa berdaya di 34 provinsi yang dapat dibangun, 2,5 juta orang dapat terbantu.

CEO Rumah Zakat Nur Efendi mengatakan, gerakan tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, sebab menurutnya Rumah Zakat menyadari gerakan tersebut dapat terwujud apabila terdapat kolaborasi dan komitmen yang dijalin.

“Kami juga akan mengoptimalkan beragam kanal baik offline maupun digital untuk menyosialisasikan kebahagiaan Indonesia agar kita bersama dapat membantu lebih banyak orang yang membutuhkan, dan meningkatkan indeks kebahagiaan negara Indonesia,” Jelasnya kepada Kontan.co.id, Kamis (6/2).

Baca Juga: Rumah Zakat Indonesia gandeng MNC Sekuritas luncurkan wakaf saham

Tak hanya itu, selain berkontribusi dalam pemberdayaan manusia, Rumah Zakat turut aktif dalam aksi penanggulangan bencana dan kemanusiaan di 8 negara.

Dalam aksi tersebut, tercatat 3.107 relawan Rumah Zakat telah menyalurkan bantuan donatur dan mitra dalam 312 aksi kemanusiaan dan kebencanaan untuk membantu 400.000 penerima kemanfataan tersebut.

“Kami ingin memberikan pengalaman baru kepada masyarakat dunia dalam berbagi dan membahagiakan sesama tanpa dibatasi oleh jarak dan waktu. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital, kami berharap dapat menyebarkan kebaikan dengan jangkauan yang lebih luas,” tambahnya.

Tahun ini, Rumah Zakat menargetkan mampu memberikan manfaat sebanyak 2,5 juta untuk penerimanya di 2.814 desa serta mengentaskan 40% kemiskinan yang ada .“Kita menargetkan 40%, kalau tadi kan realisasinya 21%. Nah kita akan tingkatkan 2x lipat,” jelasnya.




TERBARU

Close [X]
×