kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Rupiah Melemah, Bangun Kosambi (CBDK) Klaim Tak Terdampak Signifikan


Kamis, 11 Juni 2026 / 16:38 WIB
Rupiah Melemah, Bangun Kosambi (CBDK) Klaim Tak Terdampak Signifikan
ILUSTRASI. Nusantara International Convention and Exhibition (NICE) yang dikembangkan CBDK - PANI (Dok/NICE)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah ke dolar memang membuat sejumlah industri mengalami hambatan. Sebab, pelemahan kurs rupiah tersebut bisa mengganggu biaya produksi hingga pengeluaran perusahaan.

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) menyatakan bahwa dengan adanya kondisi pelemahan nilai tukar rupiah, perusahaan masih belum mengalami dampak atau impact yang signifikan.

"Saat kita memulai satu proyek, kita sudah mengunci kuantitas dan harganya dengan supplier," ujar Direktur PT Bangun Kosambi Sukses (CBDK) Linda Kusumo dalam keterangan virtual, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga: Harga BBM Nonsubsidi Melonjak, Penjualan Mobil Listrik Berpeluang Terdongkrak

Linda menjelaskan bahwa kondisi seperti ini tidak bisa dihindari oleh setiap perusahaan. Terlebih bahan baku utama juga sudah mengalami kenaikan signifikan.

Namun, PT Bangun Kosambi Sukses tidak mengalami dampak yang besar karena harga dengan konsumen sudah disetujui hingga kontrak yang tertera. Sehingga, pelemahan rupiah saat ini tidak banyak dampaknya kepada cost ratio perusahaan. "Tidak terlalu ada impact ke cost ratio," kata Linda.

PT Bangun Kosambi Sukses juga menyatakan belum melakukan ekspansi bisnis tahun ini. Sebab, perusahaan masih ingin fokus pada produk yang sudah diluncurkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×