kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.057   49,00   0,27%
  • IDX 6.275   40,33   0,65%
  • KOMPAS100 823   4,75   0,58%
  • LQ45 627   3,49   0,56%
  • ISSI 217   0,81   0,38%
  • IDX30 352   2,39   0,68%
  • IDXHIDIV20 433   2,30   0,53%
  • IDX80 94   0,46   0,49%
  • IDXV30 119   0,43   0,36%
  • IDXQ30 112   0,56   0,50%

Safeguard Paku Akan Keluar Tiga Bulan Lagi


Jumat, 17 Oktober 2008 / 18:46 WIB
ILUSTRASI. TAJUK - R Cipta Wahyana


Reporter: Abdul Wahid Fauzie |

JAKARTA. Permintaan safeguard oleh produsen paku kepada Komite Anti Damping Indonesia (KADI) dikabulkan tiga bulan lagi.
 
"Kadi akan memutuskan permintaan kami pada Desember," kata Wakil Ketua Bidang Industri Hulu Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA) Ario N Setiantoro.  
 
Menurut Ario, ia meminta kepada KADI untuk menaikkan bea masuk dari 7,5% menjadi 50%. Sebabnya, harga paku asal China terbilang lebih murah dibandingkan dengan harga bahan baku paku domestik. Buktinya, harga paku China hanya Rp 11.000 per Kilogram (Kg), sementara harga bahan baku mencapai Rp 11.700 per Kg hingga Rp 12.000 per Kg.
 
Permintaan safeguard ini dilakukan lantaran banyak perusahaan yang telah menurunkan kapasitas produksi sebesar 60%. Perusahaan tesebut antara lain PT Surabaya Wire dan PT Sidoarjo Metal. Bahkan, PT Argamas sudah menutup produksi pakunya. "Ada sebanyak 10 perusahaan yang berhenti produksi," paparnya.
 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×