kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.057   49,00   0,27%
  • IDX 6.261   26,90   0,43%
  • KOMPAS100 822   3,46   0,42%
  • LQ45 626   2,55   0,41%
  • ISSI 217   0,81   0,38%
  • IDX30 352   1,90   0,54%
  • IDXHIDIV20 432   1,38   0,32%
  • IDX80 94   0,32   0,34%
  • IDXV30 119   0,48   0,40%
  • IDXQ30 112   0,30   0,27%

Samator (AGII) Optimistis Permintaan Gas Industri Tumbuh pada Semester II-2026


Selasa, 04 Agustus 2026 / 13:04 WIB
Samator (AGII) Optimistis Permintaan Gas Industri Tumbuh pada Semester II-2026
ILUSTRASI. Samator Indo Gas (AGII) optimistis permintaan gas industri akan tetap tumbuh pada paruh kedua 2026 seiring meningkatnya aktivitas manufaktur (Dok/AGII)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) optimistis permintaan gas industri akan tetap tumbuh pada paruh kedua 2026 seiring meningkatnya aktivitas manufaktur, proyek infrastruktur, dan agenda hilirisasi pemerintah.

Untuk menangkap peluang tersebut, AGII memperluas jaringan distribusi dengan menjadikan Batam sebagai salah satu fokus ekspansi.

Head of Corporate Communication & Government Relations Samator Group Hutami mengatakan, realisasi rencana bisnis perusahaan hingga semester II-2026 masih berjalan sesuai target. Hal itu tercermin dari pertumbuhan pendapatan serta efisiensi biaya yang terus dilakukan sepanjang tahun ini.

Baca Juga: Bulog Pastikan Beras Premium untuk MBG, Bukan Beras Subsidi

Menurut dia, strategi ekspansi dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kedekatan terhadap pelanggan dan pertumbuhan kawasan industri.

"Salah satu fokus pengembangan kami saat ini adalah Batam yang memiliki peran strategis sebagai pusat manufaktur, logistik, dan investasi. Peresmian filling station terbaru di Batam merupakan bagian dari komitmen Samator untuk memperkuat infrastruktur distribusi serta memastikan keandalan pasokan gas industri," ujar Hutami kepada Kontan, Selasa (4/8/2026).

Samator menilai prospek permintaan gas industri pada semester II-2026 masih positif. Secara historis, semester kedua menjadi periode meningkatnya aktivitas industri dan percepatan realisasi proyek seiring penyerapan anggaran pemerintah maupun investasi swasta. Kondisi tersebut diperkirakan akan mendorong kebutuhan gas industri di berbagai sektor.

Perusahaan memperkirakan, sektor food and beverage (F&B), semikonduktor, minyak dan gas (oil and gas), serta infrastruktur akan menjadi kontributor utama pertumbuhan permintaan gas industri. Keempat sektor tersebut dinilai terus berkembang dan memiliki kebutuhan gas yang besar dalam kegiatan operasionalnya.

Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, Samator akan terus memperkuat jaringan distribusi dan menjaga keandalan pasokan gas industri agar mampu memenuhi kebutuhan pelanggan di berbagai sektor.

Di sisi lain, permintaan gas medis dinilai telah memasuki fase yang lebih stabil dibandingkan saat pandemi Covid-19. Meski demikian, perusahaan masih melihat adanya pertumbuhan permintaan seiring bertambahnya rumah sakit, klinik, laboratorium, serta meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan yang lebih modern.

Tidak hanya oksigen medis, Samator juga mencatat peningkatan kebutuhan terhadap nitrogen, nitrous oxide, karbon dioksida medis, hingga gas khusus untuk laboratorium. Menurut Hutami, penguatan fasilitas kesehatan dan pemerataan layanan oleh pemerintah menjadi peluang jangka panjang bagi bisnis gas medis perusahaan.  

Sebagai informasi tambahan, Samator Indo Gas mencetak pertumbuhan laba yang cukup signifikan pada periode paruh pertama 2026.

Emiten yang bergerak di bisnis gas industri dan gas medis ini meraih laba bersih sebesar Rp 65,2 miliar pada semester I-2026, melonjak 188,49% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sebagai perbandingan, AGII membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 22,60 miliar pada semester I-2025. Lonjakan keuntungan AGII sejalan dengan raihan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan yang mengalami kenaikan 9,21% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 1,41 triliun menjadi Rp 1,54 triliun hingga Juni 2026.

 

Pada saat yang sama, AGII mampu menahan kenaikan beban pokok penjualan di level 5,67% (yoy) menjadi Rp 817,94 miliar. Hasil ini mendongkrak perolehan laba kotor AGII sebanyak 12,77% (yoy) dari Rp 643,44 miliar menjadi Rp 725,63 miliar pada semester I-2026.

Pada periode yang sama, laba usaha AGII mendaki 23,10% (yoy) dari Rp 184,30 miliar menjadi Rp 226,88 miliar. Sedangkan laba tahun berjalan AGII mengalami kenaikan 178,55% (yoy) dari Rp 24,20 miliar menjadi Rp 67,41 miliar sampai dengan Juni 2026.

AGII melaporkan pertumbuhan EBITDA sekitar 10% menjadi Rp 452,5 miliar, dengan kenaikan marjin EBITDA dari 29% menjadi 29,3%.

Sedangkan adjusted EBITDA tumbuh 13,7% (yoy) menjadi Rp 449,7 miliar, setelah mengecualikan pos one-off bersih sebesar Rp 2,7 miliar. Hasil ini membawa AGII membukukan EBITDA semester pertama tertinggi sepanjang sejarahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×