Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emiten kosmetik dan personal care, PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) tengah menjajaki rencana aksi akuisisi sejumlah merek untuk memperkuat portofolio produk perusahaan.
Direktur Victoria Care Erwan Irawan Noer mengatakan bahwa aksi korporasi ini dijalankan untuk mendukung strategi pertumbuhan kinerja secara anorganik.
Perusahaan melihat pertumbuhan anorganik sebagai salah satu cara untuk mempercepat time to market dibandingkan membangun merek dari awal, khususnya dalam upaya memperluas pasar.
“Saat ini perseroan sedang dalam tahap penjajakan akuisisi dengan beberapa brand yang dinilai dapat berkontribusi terhadap pengembangan kinerja perusahaan,” ungkap Erwan, dalam Paparan Publik Virtual, Jumat (18/9/2026).
Baca Juga: Cari Hunian Premium di Kawasan Bogor? Ini Pilihan Dua Klaster dari Sinar Mas Land
Rencana akuisisi tersebut juga diarahkan untuk memperluas target pasar ke segmen middle to high. Segmen ini dinilai memiliki karakteristik berbeda dari mayoritas segmen pasar perusahaan saat ini.
Selain itu, perluasan target pasar ke segmen middle to high diharapkan dapat memberikan margin profitability yang lebih tinggi, serta memperkuat likuiditas perusahaan.
“Di samping, kami juga mengarahkan beberapa brand yang memang punya kekuatan di online maupun di sektor retail, sehingga hal ini bisa memperkuat likuiditas dari perusahaan,” ujarnya.
Ia menyebut, saat ini perusahaan tengah melakukan penjajakan dengan beberapa merek, salah satunya Secret Garden. Brand ini menawarkan lini produk kecantikan atau wewangian dan perawatan tubuh.
Menurutnya, merek tersebut sudah memiliki kehadiran yang cukup kuat, baik di kanal digital maupun sektor retail.
Selain itu, target market-nya yang middle to high juga membuat produk ini tidak sensitif terhadap harga, sehingga dapat menopang profitabilitas perusahaan ke depan.
“Jadi ini yang sedang kami jajaki brand yang cukup kehadirannya cukup kuat, terutama di sektor retail, sehingga bisa memperkuat kita punya arah target perusahaan, yaitu profitability, target market high end,” ucapnya.
Manajemen VICI tidak dapat memerinci lebih jauh terkait nilai investasi dari akuisi tersebut.
Pihaknya menargetkan proses aksi korporasi ini akan rampung di akhir tahun 2026, dan sudah mulai bisa memberikan kontribusi penjualan di tahun depan.
“Jadi terkait untuk dalam proses akuisisi ini, kami berharap dalam waktu semester 1 tahun depan kita sudah bisa menambah portofolio untuk VICI untuk masuk dikonsolidasi ke dalam laporan-laporan Victoria Care,” terangnya.
Baca Juga: Smoking Barrels Raup Cuan dari Tren Mahjong, Revenue Naik hingga 30%
Sebagai informasi, VICI tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp 745,30 miliar pada semester I-2026. Angka ini bertumbuh 10,14% dibandingkan Rp 676,66 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada saat yang sama, laba bersih perseroan justru menyusut 44,15%, dari semula Rp 80,74 miliar di semester I-2025, menjadi Rp 45,09 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














