kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.964
  • EMAS714.000 1,28%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Sambut revolusi industri 4.0, Kementerian ESDM dorong perubahan di ketenagalistrikan


Minggu, 26 Mei 2019 / 12:35 WIB

Sambut revolusi industri 4.0, Kementerian ESDM dorong perubahan di ketenagalistrikan
Diskusi ketenagalistrikan dalam rangka Hari Listrik Nasional

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kehadiran revolusi industri 4.0 akan memengaruhi pengembangan sektor ketenagalistrikan. Hal itu sejalan dengan pesatnya teknologi Information and Communication Technologies (ICT) yang meningkatkan interaksi dan konektivitas.

Sekretaris Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Munir Ahmad mengatakan, menghadapi kondisi ini, semua pihak sesuai dengan perannya masing-masing harus menyiapkan diri dalam menghadapi revolusi industri 4.0 di sektor ketenagalistrikan.


“Pilihannya adalah be changed or be replaced, sehingga revolusi industri 4.0 harus disikapi dengan bijak untuk perubahan yang lebih baik,” tuturnya dalam diskusi panel Menghadapi Tantangan Penerapan Industri 4.0 dalam Sektor Ketenagalistrikan Indonesia, Selasa (21/5).

Ia mengatakan, ada beberapa upaya ESDM untuk mendukung industri 4.0 di sektor ketenagalistrikan. Misalnya dalam mengembangkan infrastruktur ketenagalistrikan dengan memanfaatkan teknologi terkini atawa smart grid dan matering untuk meningkatkan penetrasi dalam system PLN.

Kementerian ESDM juga terus memperkenalkan PLTS Atap untuk pelanggan PLN guna mendorong peningkatan energi baru terbarukan (EBT). Melalui Permen ESDM Nomor 49 Tahun 2018 Tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap oleh Konsumen PT PLN, mulai 1 2019 konsumen PLN dapat memasang PLTS atap, memproduksi listrik sendiri, dan mengekspornya ke PLN.

“PLTS Atap juga merupakan pengembangan system kelistrikan distributed generation,” imbuhnya.

Selain itu, Kementerian ESDM juga mengembangkan distributed generation, micro-grid, dan distributed storage. Ia menyebut kini PLN tengah melakukan kajian pemasangan baterai sebagai energy storage system di Bali dengan kapasitas 50 MW/200 MWH.

Pihaknya juga terus melakukan perubahan bisnis penyediaan tenaga listrik, kini sedang dilakukan revisi grid code untuk mengakomodasi penggunaan energi baru terbarukan intermitten, revisi ini ditargetkan rampung pada akhir Juni 2019 mendatang.

Salah satu upayanya adalah mendorong pemanfaatan kendaraan listrik. Ia menuturkan nantinya ada pengaruh serta potensi penghematan digitalisasi pada pembangkit listrik.

 


Reporter: Ika Puspitasari
Editor: Noverius Laoli
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0012 || diagnostic_api_kanan = 0.0848 || diagnostic_web = 0.4521

Close [X]
×