kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Sambut Tahun Baru 2024, Hotel Sahid Jaya (SHID) Bidik Okupansi Hotel 80%


Minggu, 17 Desember 2023 / 14:36 WIB
Sambut Tahun Baru 2024, Hotel Sahid Jaya (SHID) Bidik Okupansi Hotel 80%
ILUSTRASI. Hotel Sahid Jaya Solo milik PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID).


Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pengelola hotel Grup Sahid, PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID), mengincar rata-rata tingkat keterisian kamar atau okupansi hotel berada di level 80% pada momen Tahun Baru 2024. Sementara, untuk periode Natal 2023, perseroan menargetkan okupansi berada di level 50%.

"Seperti biasa, Natal di Jakarta tidak akan terlalu signifikan. Tetapi (momen) Tahun Baru 2024 saya perkirakan akan jauh lebih baik kondisinya dibanding tahun lalu," kata General Manager Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Venny Artha  kepada Kontan, Minggu (17/12).

Venny mengatakan, perseroan optimistis bakal meraup pendapatan minimal 40% di momen Tahun Baru 2024. Dirinya juga mengatakan, target pendapatan perseroan hingga akhir tahun mencapai Rp 120 miliar.

Baca Juga: Kegiatan MICE Menggeliat, Begini Dampaknya Terhadap Kinerja Hotel Sahid Jaya (SHID)

"Kami sudah memulai rangkaian perayaan yang berbeda dari tahun lalu, dan tahun ini dengan rencana dan persiapan yang lebih panjang dan lama seharusnya menjadi jauh lebih baik hasilnya," jelasnya.

Venny menyampaikan, kinerja perseroan juga lebih membaik tahun ini pasca pandemi. "Tahun lalu masih ada isu Covid-19 akan muncul dan naik lagi," terangnya.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III-2023, pendapatan usaha SHID mencapai Rp 85,34 miliar. Angka ini meningkat 59,35% year on year (YoY) dibandingkan Rp 53,55 miliar pada posisi yang sama tahun lalu. 

 

Baca Juga: Hotel Sahid Jaya (SHID) Siapkan Capex Rp 35 Miliar Tahun 2024, Ini Penggunaan Dananya

Sementara dari sisi bottom line, SHID masih menanggung rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 15,80 miliar. Namun, angka ini sudah jauh menurun dari semula Rp 35,27 miliar di kuartal ketiga tahun lalu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×