Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengelola jaringan rumah sakit (RS) Mayapada, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) fokus melanjutkan strategi pengembangan rumah sakit untuk menunjang pertumbuhan kinerja pada sisa tahun ini hingga 2027.
Corporate Secretary SRAJ Arie Farisandi menyampaikan salah satu fokus perusahaan saat ini adalah pengembangan Tower 3 Mayapada Hospital Jakarta Selatan. Manajemen menargetkan proyek ini dapat mulai beroperasi pada tahun 2028, dengan kapasitas total yang akan ditingkatkan menjadi lebih dari 400 bed.
Pengembangan ini akan difokuskan pada penguatan Center of Excellence (CoE), khususnya untuk layanan medis berkompleksitas tinggi seperti kardiovaskular, onkologi, neurologi, dan transplantasi organ.
Baca Juga: SUN Perluas Bisnis dari PLTS ke Elektrifikasi Industri, Bidik Efisiensi Biaya
“Melalui pengembangan CoE tersebut, kami ingin memperkuat kapabilitas klinis melalui tenaga medis yang kompeten, teknologi medis canggih, serta kolaborasi strategis dengan institusi kesehatan internasional,” ungkap Arie, kepada Kontan.co.id, Senin (11/1).
Lewat inisiatif tersebut, perusahaan berharap dapat meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat posisi Mayapada Hospital Jakarta Selatan sebagai rumah sakit rujukan.
Selain pengembangan Tower 3 Jakarta Selatan, Mayapada Apollo Batam juga merupakan salah satu inisiatif strategis yang dilakukan melalui kolaborasi internasional
Melalui Kerja sama ini SRAJ melihat peluang untuk meningkatkan kapabilitas klinis, transfer pengetahuan, dan pengembangan layanan kesehatan berstandar internasional.
“Dalam menjalankan ekspansi, kami tetap mempertimbangkan potensi pasar, kesiapan proyek, kebutuhan pendanaan, serta keberlanjutan finansial perusahaan,” ujarnya.
Belum lama ini, perusahaan juga baru saja meluncurkan Mayapada Hospital Jakarta Timur sebagai rumah sakit ke-8 dalam jaringan Mayapada Healthcare.
Terkait progres dan kinerja dari rumah sakit ini, Arie menilai karena baru mulai beroperasi, fokus utama perusahaan saat ini adalah membangun awareness, memperkuat jaringan rujukan dokter, serta meningkatkan volume pasien secara bertahap.
“Saat ini, sekitar 100 bed telah beroperasi. Ke depannya, kami akan terus meningkatkan utilisasi secara bertahap seiring dengan pertumbuhan volume pasien dan pengembangan layanan,” terangnya.
Baca Juga: NVIDIA Dorong Mahasiswa Beralih dari Pengguna Menjadi Pengembang Kecerdasan Buatan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













