kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.561.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 17.960   33,00   0,18%
  • IDX 5.864   -79,24   -1,33%
  • KOMPAS100 761   -9,05   -1,18%
  • LQ45 590   -4,50   -0,76%
  • ISSI 201   -3,89   -1,90%
  • IDX30 329   -2,36   -0,71%
  • IDXHIDIV20 423   -1,46   -0,34%
  • IDX80 87   -0,86   -0,97%
  • IDXV30 116   -0,59   -0,51%
  • IDXQ30 108   -0,38   -0,35%

SUN Perluas Bisnis dari PLTS ke Elektrifikasi Industri, Bidik Efisiensi Biaya


Kamis, 15 Oktober 2026 / 17:47 WIB
SUN Perluas Bisnis dari PLTS ke Elektrifikasi Industri, Bidik Efisiensi Biaya
ILUSTRASI. SUN memperluas bisnis dari PLTS ke elektrifikasi industri dan kendaraan listrik komersial, dengan potensi penghematan biaya operasional hingga 15% (DOK/SUN Energy)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan penyedia solusi energi bersih, SUN, memperluas bisnis dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) ke elektrifikasi industri untuk menangkap peluang efisiensi biaya energi di sektor usaha.

Ekspansi ini mencakup sistem penyimpanan energi, infrastruktur pengisian daya, hingga kendaraan listrik untuk operasional perusahaan.

Langkah tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan industri terhadap pasokan energi yang andal sekaligus efisiensi biaya operasional.

SUN menilai peluang bisnis tidak lagi terbatas pada pemasangan panel surya, tetapi juga mencakup pengelolaan energi dan elektrifikasi yang terintegrasi.

Director of Power SUN, Jefferson Kuesar, mengatakan pengalaman selama satu dekade menjadi modal perusahaan untuk memperluas layanan ke berbagai kebutuhan energi industri.

Baca Juga: Elektrifikasi Pertambangan Bisa Hemat Biaya Sampai 50%

“Transisi energi dapat berjalan seiring dengan kebutuhan industri terhadap efisiensi, keandalan, dan daya saing,” ujar Jefferson, Kamis (15/10/2026).

Sejak beroperasi pada 2016, SUN mengklaim telah mengembangkan kapasitas energi surya lebih dari 500 megawatt (MW) melalui lebih dari 400 proyek di Indonesia, Australia, Vietnam, dan Thailand.

Pelanggannya berasal dari berbagai sektor, antara lain pertambangan, semen, manufaktur, logistik, barang konsumsi, hingga farmasi.

Untuk menopang pertumbuhan bisnis, SUN juga mengembangkan peran sebagai independent power producer (IPP) atau produsen listrik independen.

Perusahaan menyebut memiliki pipeline proyek energi surya lebih dari 40 megawatt-peak (MWp) di sejumlah wilayah Indonesia. Namun, proyek-proyek tersebut masih dalam tahap pengembangan.

Baca Juga: Bisnis Ramen Masuk Fase Selektif, Efisiensi Jadi Kunci Bertahan

Selain bisnis pembangkit, SUN membidik peluang elektrifikasi armada kendaraan komersial melalui SUN Mobility. Layanannya mencakup perencanaan kebutuhan kendaraan, penyediaan fasilitas pengisian daya, pembiayaan atau skema berlangganan, pemeliharaan, hingga pemantauan armada.

Director of Mobility SUN, Karina Darmawan, mengatakan elektrifikasi kendaraan perlu memperhitungkan seluruh kebutuhan operasional agar investasi memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan.

Salah satu studi kasus pada distributor barang konsumsi di Jabodetabek menunjukkan penggunaan truk listrik berpotensi menekan biaya energi hingga 83,6% per perjalanan untuk rute sekitar 50 kilometer.

Dalam simulasi tersebut, total biaya kepemilikan dan operasional diperkirakan turun sekitar 15%.

Meski demikian, besaran penghematan bergantung pada ketersediaan listrik jaringan dan pola operasional perusahaan. Hasil simulasi tersebut tidak dapat digeneralisasi untuk seluruh sektor usaha.

SUN juga mendorong penerapan proyek percontohan atau pilot project sebelum perusahaan memperluas penggunaan kendaraan listrik.

Baca Juga: Efisiensi Biaya Dongkrak Laba Magnum Ice Cream, Lampaui Proyeksi Analis

Pendekatan ini memungkinkan pelaku usaha mengevaluasi biaya energi, kebutuhan infrastruktur pengisian daya, biaya perawatan, dan produktivitas armada sebelum mengalokasikan investasi lebih besar.

Ke depan, SUN akan memperluas pengembangan aset energi bersih dan solusi elektrifikasi untuk sektor pertambangan, perkebunan, logistik, manufaktur, kawasan industri, dan barang konsumsi.

Perusahaan juga berencana memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, PLN, lembaga pembiayaan, serta mitra teknologi untuk mendukung realisasi proyek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×