kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -12.000   -0,46%
  • USD/IDR 18.083   -13,00   -0,07%
  • IDX 6.091   -39,20   -0,64%
  • KOMPAS100 796   -3,58   -0,45%
  • LQ45 607   -1,51   -0,25%
  • ISSI 210   -1,41   -0,67%
  • IDX30 341   -0,73   -0,21%
  • IDXHIDIV20 422   -0,86   -0,20%
  • IDX80 91   -0,33   -0,36%
  • IDXV30 115   -0,50   -0,43%
  • IDXQ30 109   -0,23   -0,21%

Self-Care Perlu Terintegrasi ke Sistem Kesehatan


Rabu, 29 Juli 2026 / 16:22 WIB
Self-Care Perlu Terintegrasi ke Sistem Kesehatan
ILUSTRASI. Pabrik Bayer Jerman (Dok/DW.com)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Self-care atau perawatan kesehatan mandiri yang terintegrasi secara efektif ke dalam sistem kesehatan dinilai mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, memperluas akses layanan, dan mengurangi beban fasilitas medis.

Riset Economist Enterprise bertajuk Making self-care work: integrating self-care into health systems yang didukung Bayer menyebut praktik perawatan diri berpotensi memberikan manfaat ekonomi hingga sekitar US$179 miliar per tahun serta membantu negara mencapai Cakupan Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage/UHC).

Di tengah tekanan sistem kesehatan akibat meningkatnya populasi lansia, penyakit kronis, keterbatasan tenaga medis, dan kesenjangan akses, self-care semakin dipandang sebagai solusi untuk memperbaiki luaran kesehatan dan menciptakan layanan yang lebih berkelanjutan. Namun, penerapannya perlu didukung integrasi dengan sistem kesehatan formal, informasi tepercaya, keterjangkauan, serta mekanisme rujukan yang jelas.

Manjulaa Narasimhan, Scientist, The Department of Sexual, Reproductive, Maternal, Child, Adolescent Health and Ageing WHO dalam riset tersebut  menyebut self-care sebagai garda terdepan dalam perawatan kesehatan.

“Dengan dukungan bukti klinis, kebijakan yang tepat, serta tenaga kesehatan yang terlatih, self-care dapat berkontribusi besar terhadap peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Narasimhan dalam riset tersebut dilansir Rabu (29/7/2026)

Baca Juga: IDCloudHost dan Edelweiss Healthcare Bangun Infrastruktur AI di Sistem Kesehatan

Riset Economist Enterprise menjelaskan bahwa WHO mendefinisikan self-care sebagai kemampuan individu, keluarga, dan komunitas dalam mengelola kesehatan, mulai dari pola hidup sehat, pencegahan penyakit, pemantauan kesehatan, pemanfaatan teknologi digital, hingga penggunaan obat bebas. Namun, cakupan yang luas ini juga membutuhkan tata kelola, standar pengukuran, dan integrasi yang konsisten dalam sistem kesehatan.

Riset tersebut menegaskan bahwa self-care bukan pengganti layanan medis, melainkan bagian dari sistem kesehatan yang dapat memperluas akses, memperkuat pencegahan dan deteksi dini, meningkatkan kemandirian pasien, serta mengurangi beban layanan kesehatan melalui dukungan informasi tepercaya, akses yang mudah, dan jalur rujukan yang jelas. 

Julio Triana, Member of the Bayer Board of Management and President Consumer Health menambahkan bahwa solusi self-care perlu didukung informasi berbasis bukti, standar ketat, dan akses menuju perawatan profesional agar masyarakat dapat mengambil keputusan kesehatan secara tepat.

“Kami ingin memberdayakan masyarakat agar mampu mengambil keputusan tepat terkait kesehatan, mengelola kesejahteraan diri, dan berperan aktif dalam pencegahan maupun pengobatan. Self-care yang kredibel dapat memperluas akses dan memperkuat sistem kesehatan, dengan dukungan informasi berbasis bukti, standar ketat, serta jalur rujukan yang jelas ke layanan profesional.” kata Julio dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).

Baca Juga: Portofolio Semakin Kuat, Bayer Siap Genjot Pertumbuhan Kinerja

Riset tersebut menyebut tiga prioritas utama untuk mengoptimalkan self-care dalam sistem kesehatan, yaitu penguatan tata kelola, perluasan akses melalui layanan dan informasi yang terjangkau, serta peningkatan bukti ilmiah, pengukuran, dan akuntabilitas.

Sejumlah negara telah mengintegrasikan self-care ke layanan kesehatan, seperti Jerman melalui green prescriptions dan Indonesia melalui GERMAS yang mendorong perilaku hidup sehat serta penggunaan obat secara bertanggung jawab.

Self-care bukan pengganti layanan medis, melainkan pelengkap yang membantu memperluas akses, meningkatkan pencegahan, dan mengurangi beban sistem kesehatan. Dengan dukungan regulasi, informasi berbasis bukti, dan jalur rujukan yang jelas, self-care dapat memperkuat sistem kesehatan yang lebih preventif dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×