kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.935
  • EMAS702.000 -0,57%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Semen Indonesia (SMGR) optimistis dapat genjot kinerja SMCB di pasar ekspor


Senin, 11 Februari 2019 / 16:20 WIB

Semen Indonesia (SMGR) optimistis dapat genjot kinerja SMCB di pasar ekspor
ILUSTRASI. NERACA PERDAGANGAN

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) melihat peluang besar untuk menggerek ekspor pasca mengakuisisi PT Holcim Indonesia Tbk  (SMCB) yang bersalin nama menjadi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk lewat anak usaha SMGR yakni PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIIB) pada Januari 2019 lalu.

Perubahan nama tersebut dilakukan pasca SMGR mengakuisisi PT Holcim Indonesia Tbk. 


Tujuan perubahan nama ini adalah salah satunya karena melihat potensi untuk mengerek penjualan ekspornya. Meski SMGR melihat pangsa pasar domestik masih menjanjikan, tapi kesempatan untuk meningkatkan penjualan di pasar ekspor juga terbuka lebar.

"Kami berharap ekspor (SMGR) yang tahun kemarin mencapai 3 juta ton bisa menjadi 4 juta ton sampai 5 juta ton di tahun ini," kata Agung Wiharto, Sekretaris Perusahaan SMGR ditemui usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) berlangsung, Senin (11/2).

Selama ini sebelum mengakuisisi SMCB, ekspor SMGR rata-rata sekitar 8% dari total volume penjualan perseroan. Adapun target ekspor ini juga mempertimbangkan permintaan dalam negeri, sebab kata Agung, jika dalam negeri mencukupi maka kelebihan semen tersebutlah yang bakal diekspor.

Hal ini tampaknya untuk menanggulangi penyerapan semen, sebab di tingkat nasional saat ini tengah over supply alias kelebihan pasokan. Mengutip kata Agung dari kapasitas terpasang semen di Indonesia yang berjumlah sekitar 110 juta ton, dengan kapasitas yang rata-rata full masih ada sekitar 30% volume semen yang over supply.

Adapun terkait proyeksi bisnis SMCB kedepannya, Agung yang juga baru diangkat sebagai Direktur PT Solusi Bangun Indonesia Tbk tak mau berspekulasi lebih jauh. Yang jelas proyeksi industri semen nasional masih berkisar antara 4% hingga 5%.

SMCB sendiri belakangan tahun ini masih membukukan raport merah di bottomline nya, apakah setelah bergabung dengan SMGR perseroan dapat beroleh profit? "Kita lihat dululah, kalau mau fair coba lihat di satu tahun ini dulu," ungkap Agung.

Yang jelas ia dan manajemen tengah membenahi strategi grup menghadapi tantangan di industri yang berupa supply chain dan kaitannya dengan transportasi. Disamping harga bahan baku yang turut mempengaruhi perolehan laba bersih perseroan.


Reporter: Agung Hidayat
Editor: Noverius Laoli
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0016 || diagnostic_api_kanan = 0.1027 || diagnostic_web = 0.3467

Close [X]
×