kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Sementara, Gerbong Kereta Railink Dialihkan untuk KRDI


Kamis, 08 April 2010 / 06:15 WIB


Reporter: Gentur Putro Jati


JAKARTA. PT Railink sudah terlanjur memesan 16 kereta kepada PT Industri Kereta Api (INKA) untuk proyek kereta bandara Kualanamu. Namun karena belum akan digunakan, pemerintah lantas memanfaatkan kereta tersebut untuk tiga lintas Kereta Rel Diesel Indonesia (KRDI) di Sumatera, yaitu KRDI Seminung untuk lintas Tanjung Karang-Kota Bumi Lampung, KRDI Sri Lelawangsa untuk lintas Medan-Belawan-Binjai dan lintas Medan-Tebing Tinggi.

"Tahun kemarin sudah keburu pesan, akhirnya saya bayarin untuk dipakai di Sumatera Utara," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Tundjung Inderawan.

Asal tahu saja, tersendatnya pendanaan proyek Bandara Kualanamu, Medan tidak hanya berdampak pada ketidakpastian penyelesaian bandara. Namun juga mengakibatkan keputusan penundaan pekerjaan infrastruktur pendukung lainnya.

Salah satu infrastruktur yang ditunda pembangunannya adalah lintas kereta api yang menghubungkan stasiun Aras Kabu dengan stasiun Bandara Kualanamu sepanjang 5 kilometer. PT Railink yang kebagian tugas menggarap proyek tersebut memastikan bahwa PT Railink menunda semua pekerjaan di lintas itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×