kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Sepuluh perusahaan sedang lirik lahan Puradelta Lestari (DMAS)


Selasa, 23 April 2019 / 17:52 WIB


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS, anggota indeks Kompas100) sudah menerima sekitar sepuluh perusahaan yang sedang melakukan penjajakan terkait lahan industri. Sekedar tahu, saat ini DMAS masih memiliki cadangan lahan industri sebesar 512 hektare dari total lahan industri sebesar 1.718 hektare.

Direktur DMAS Hermawan Wijaya mengatakan dari total lahan yang dibutuhkan sepuluh perusahaan itu sekitar 150 hektare sampai 200 hektare. "Ada yang luasannya kecil sampai satu perusahaan puluhan hektare," katanya pada Selasa (23/4).

Dua perusahaan otomotif yang dikonfirmasi telah melakukan penjajakan di lahan DMAS adalah Hyundai dan Volkswagen. Menurut Hermawan, Hyundai membutuhkan lahan setidaknya di atas 50 hektare sementara kebutuhan lahan Volkswagen sampai saat ini belum diketahui.

Alibaba konon juga melirik lahan DMAS. Menurut catatan Kontan.co.id pada 14 Desember 2018 lalu, Alibaba berencana membeli lahan seluas 30 hektare hingga 40 hektare. Menanggapi informasi tersebut, saat ini Hermawan tidak bersedia memberikan komentar lebih lanjut.

Tahun ini, DMAS menargetkan marketing sales sebesar Rp 1,25 triliun. Kata Hermawan, 70% dari total marketing sales bakal berasal dari penjualan lahan industri sementara sisanya dari komersial area dan hunian.

Hingga saat ini total lahan yang dimiliki DMAS sebesar 3.181 hektare. Area yang sudah terjual di antaranya 1.206 untuk lahan industri, komersial 264 hektare, dan hunian seluas 193 hektare. Per Desember 2018, DMAS masih memiliki cadangan lahan seluas 512 hektare untuk lahan industri, 493 hektare lahan komersial, dan 514 lahan untuk hunian.

Jika dalam prosentase, maka rencana pengembangan perusahaan yang berdiri sejak tahun 1993 itu adalah 54% lahan industri, 24% lahan komersial, dan 22% lahan hunian.

Tahun ini, DMAS menyiapkan belanja modal sebesar Rp 700 miliar yang sepenuhnya berasal dari kas internal. Dana itu nantinya bakal digunakan untuk pembangunan infrastruktur kawasan dan 20% sampai 30% sisanya digunakan untuk pembebasan lahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×