kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Setelah Depok, Icreate menyiapkan rencana bisnis ke kota lain


Selasa, 21 Januari 2020 / 20:53 WIB
Setelah Depok, Icreate menyiapkan rencana bisnis ke kota lain
ILUSTRASI. iCreate berencana membuka gerai ofline pada bulan ini.

Reporter: Dadan M. Ramdan | Editor: Dadan M. Ramdan

KONTAN.CO.ID - DEPOK. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan Potensi ekonomi digital Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan akan bisa mencapai US$ 130 miliar atau setara Rp 1.806,87 triliun. Dari hasil survei konsumen BI juga menunjukan bahwa generasi milenial memiliki optimistis yang lebih tinggi terhadap perekonomian, tercermin dari tingginya indeks keyakinan konsumen (IKK)] kelompok umur 20-30 tahun pada tahun 2019 lalu

Prospek ekonomi digital yang besar ini menjadi salah satu pertimbangan PT Icreate Living Style meluncurkan platform icreate.id, sebuah toko online furniture dan dekorasi yang hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern saat ini. Secara bersamaan, PT Icreate Living Style meresmikan gerai offline perdananya di Pesona Square Mall, Depok, akhir pekan lalu.

Ke depan, Icreate sudah menyiapkan rencana bisnis pengembangan gerai offline ke wilayah lainnya. CEO Icreate Ria Yasa menargetkan, hingga akhir tahun ini akan dibuka tiga sampai empat gerai offline baru di kota lainnya selain Depok. “Target kami, di satu kota hanya ada satu gerai offline, kami enggak mau terlalu banyak juga. Dalam waktu dekat, kami juga akan buka lagi di Surabaya,” katanya kepada KONTAN, Selasa (21/1).  

Sebelumnya, hadir dalam peresmian gerai seluas 1.200 meter persegi ini jajaran direksi perusahaan antara lain Jack Nguyen, President Commissaris PT Icreate Living Style, Vanessa Kartika, selaku Chairwoman PT Icreate Living Style, dan Bangun Anggoro, CTO Icreate. Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna juga hadir dalam operasional perdana gerai Icreate. Selain itu, sejumlah tamu undangan antara lain dari manajemen Pesona Square Mall, Kadin Kota Depok, Kementerian Hukum dan HAM, dan Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Utara. Acara juga diisi dengan talkshow yang dipandu Harsya Subandrio (penyiar radio Delta FM) dan artis Conchita Caroline dengan menghadirkan pembicara Bagas D Bawono, asitektur (Managing Director PT Bangun Gagas Karyatama).

Dalam kesempatan tersebut, Pradi mengapresiasi hadirnya Icreate di Depok karena akan menambah pilihan bagi masyarakat Depok untuk kebutuhan produk furnitur dan dekorasi yang berkualitas dengan harga relatif terjangkau. “Ini bukan promosi, ya. “Saya pikir Icreate ini jeli melihat peluang pasar di Depok yang terus berkembang. Icreate menghadirkan kemudahan berbelanja online yang kekinian, sebuah kreativitas anak bangsa yang  milenial sekali dalam menjawab tantangan zaman,” tuturnya. Pradi menambahkan, investasi yang masuk ke Kota Depok sudah cukup tinggi. Tahun 2019 saja, nilai investasi yang mengalir sudah di atas Rp 20 triliun. “Dari investasi yang masuk itu, sektor properti persentasenya cukup tinggi, lebih dari 50%. Saya lihat para pelaku usaha itu cukup kreatif melihat peluang di Kota Depok,” ujar dia.

Ria Yasa menuturkan, di gerai offline perdana tersebut, jumlah produk yang terdaftar sebanyak 9.000-an item produk yang dibagi dalam beberapa kategori, seperti kategori living, furniture, bedroom furniture, dinning furniture, office furniture, chair and table commercial, home linen, serta home decoration. Mayoritas produk tersebut saat ini masih merupakan produk impor dari China, Denmark, dan Malaysia. “Sebetulnya visi Icreate adalah ingin membesarkan produk lokal, tapi kami sudah roadshow ke Jepara dan beberapa industri lokal, ternyata  dari mereka kurang antusias. Tadinya kami akan beri porsi lebih banyak, tapi desainnya kurang. Padahal dari sisi material, Indonesia is The Best. Furniture China saja ambil bahan bakunya dari Indonesia,” terang Ria Yasa.

Ria menilai, Indonesia juga memiliki potensi yang besar untuk manufaktur furniture Sebab, akibat perang dagang China—Amerika, banyak pelaku bisnis furniture asal Negeri Tirai Bambu itu yang ingin shifting ke Indonesia. “Banyak kolega saya yang minta survei dicarikan lokasi untuk mendirikan pabrik di sini,” imbuhnya. Meski saat ini mayoritas produk yang ditawarkan Icreate adalah produk impor, namun ke depan Icreate berencana menggandeng pengusaha furniture lokal. “Kami ingin menggandeng pengusaha furniture lokal, terutama yang masih kecil-kecil, agar mereka bisa menggunakan fasilitas kami. Kami akan bantu dari sisi teknologi, bagaimana mereka mendesain lebih modern menggunakan desain 3D,” ujar Ria Yasa.

Sementara itu, dari sudut pandang arsitektur, Bagas menilai ada kelebihan dari Icreate yang  mengakomodasi perkembangan bisnis kekinian dengan membuat aplikasi desain interior sendiri. “Dengan aplikasi Icreater, ini selangkah lebih maju karena konsumen bisa mendesain interior dari mana saja, bisa dari rumah sebelum membeli barangnya,” akunya.   

Bangun Anggoro, CTO Icreate menerangkan, pihaknya merancang aplikasi Icreater tersebut untuk memudahkan dan memberikan pilihan kepada konsumen. Mereka bisa langsung berinteraksi dengan icreate interior consultan. Konsumen bisa menjadi designer interior mandiri lewat aplikasi Icreater di website icreate.id dan leluasa memilih barang, serta menentukan penataannya sesuai kondisi rumah sebelum membeli produk.

Icreate juga memudahkan pembayaran, memantau pengiriman, dan sebagainya. Solusi inovatif itu memberikan efisiensi dalam proses merancang dan memilih kebutuhan furnitur serta dekorasi. “Bagi pasangan muda dengan dana terbatas untuk menggunakan jasa konsultan interior, kami menyediakan aplikasi Icreater sebagai solusi. Aplikasi ini dibuat seperti game, konsumen dengan mudah merancang kebutuhan furnitur dan dekorasi rumah sesuai anggaran,” kata Goro.

Icreater juga dibuat sangat mudah dan ramah bagi konsumen, karena cukup dengan melakukan drag dan drop pada produk yang tersedia di library atau katalog dengan jumlah ribuan dan akan terus bertambah koleksi produknya. “Untuk bisa masuk ke aplikasi Icreater, konsumen terlebih dahulu masuk ke situs icreate.id, kemudian regristrasi dengan memasukkan alamat e-mail pribadi,” terangnya.

Setelah punya akun Icreater, konsumen bisa leluasa mendesain ruangan sesuai ukuran, barang furnitur dan dekorasi sesuai bujet. Selanjutnya, check out untuk proses pembayaran dan pengiriman barang. Artinya, aplikasi Icreater bisa membantu mendesaian ruang tanpa skill tertentu dengan waktu singkat hingga perhitungan biaya secara ringkas. ”Dengan Icreater ini konsumen sudah punya bayangan barang apa saja yang dibutuhkan. Harga total barang juga bisa langsung diketahui, hingga tampilan tata letak  ruangannya sama dengan produk yang dibeli,” jelas Goro.




TERBARU

Close [X]
×