kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Setelah renovasi, sirkuit Sentul jadi milik siapa?


Kamis, 17 September 2015 / 16:30 WIB
Setelah renovasi, sirkuit Sentul jadi milik siapa?


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Rencananya, awal tahun depan, Sirkuit Internasional Sentul yang berada di Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akan dirombak untuk menggelar balapan MotoGP 2017. Biaya renovasinya mencapai Rp 200 miliar, dan uang tersebut diperoleh dari pemerintah. Pertanyaannya, setelah dipugar, Sentul menjadi milik siapa?

Menanggapi hal itu, Direktur Sirkuit Internasional Sentul Tinton Soeprapto menjelaskan, biaya perombakan Sirkuit Internasional Sentul berasal dari dua kementerian, yakni Kementerian Pariwisata serta Kementerian Pemuda dan Olahraga. Keduanya sudah setuju karena akan sangat menguntungkan, baik dari sisi devisa negara, maupun untuk mengangkat nama Indonesia di mata dunia.

"Meskipun uangnya dari pemerintah, Sirkuit Internasional Sentul tetap milik swasta. Uang Rp 200 miliar itu kan untuk biaya renovasi. Hari pertama MotoGP digelar saja, pemerintah sudah balik modal karena pemasukannya dari segala bidang," ucap Tinton kepada KompasOtomotif melalui sambungan telepon beberapa waktu lalu.

Tinton melanjutkan, sekarang ini bukan masalah Sentul milik siapa, melainkan lebih pada kesempatan menggelar MotoGP di Indonesia. Pasalnya, menurut ayah dari pebalap nasional Ananda Mikola dan Moreno Soeprapto itu, jika tidak diambil sekarang, maka kesempatan tersebut tidak akan datang lagi.

"Anda bayangkan saja, banyak negara yang ingin menjadi salah satu tuan rumah MotoGP. Jika kita tidak ambil tahun ini, hilang sudah kesempatan besar itu. Bukan hanya MotoGP, kita juga bisa menggelar balapan Formula 1 (F1). Dengan biaya renovasi sebesar itu, kita akan buat Sentul banyak fungsi," katanya.

Sirkuit tandingan

Kabarnya, ada satu pihak yang tidak setuju dengan renovasi Sirkuit Internasional Sentul, dan akan membuat sirkuit baru. Menurut Tinton, jika ada sirkuit baru, maka kesempatan menggelar MotoGP 2017 akan sirna.

"Kalau bikin sirkuit baru lagi, butuh waktu lama. Sedikitnya tiga tahun. Beda dengan renovasi, satu tahun saja cukup. Kalau tiga tahun, kesempatan menggelar MotoGP di Indonesia akan hilang, keburu diambil oleh negara lain," ujarnya. (Aditya Maulana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×