Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) membukukan kinerja yang masih tumbuh sepanjang 2025, meski persaingan di industri teknologi informasi kian ketat.
Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan ATIC tercatat Rp 8,47 triliun pada 2025. Dari sisi laba, emiten ini mengantongi laba bersih Rp 334,3 miliar, naik 13,2% dibandingkan Rp 295,3 miliar pada tahun sebelumnya.
ATIC menilai pertumbuhan ini tak lepas dari penajaman fokus bisnis pada solusi dan layanan IT yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar. Namun, di tengah dinamika industri yang cepat berubah, konsistensi kinerja ini tetap menjadi tantangan tersendiri.
Presiden Direktur Harry Surjanto Hambali mengatakan, capaian tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan beradaptasi di tengah perubahan lanskap industri. “Pencapaian ini menunjukkan strategi adaptasi dan fokus pada solusi teknologi mulai memberikan hasil,” ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (4/4).
Baca Juga: Kinerja TBIG Tertekan Konsolidasi Operator
Di balik pertumbuhan tersebut, Anabatic mengandalkan sejumlah langkah perbaikan fundamental dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari penguatan tata kelola hingga disiplin keuangan. Upaya ini dinilai menjadi penopang di tengah tekanan efisiensi yang kini juga dialami banyak pelaku industri IT.
Memasuki 2026, perusahaan berencana mendorong pertumbuhan lewat diversifikasi produk dan layanan digital. Fokus diarahkan pada pengembangan solusi yang bisa menangkap peluang dari percepatan transformasi digital di berbagai sektor.
“Kami terus mengembangkan portofolio layanan digital agar bisa menjawab kebutuhan pelanggan secara lebih komprehensif,” kata Harry.
Selain ekspansi bisnis, Anabatic juga mulai menggeser fokus ke penguatan internal, terutama pada kualitas sumber daya manusia dan efisiensi operasional. Langkah ini mencerminkan fase baru setelah periode transformasi yang dijalankan dalam beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, tantangan tetap terbuka. Persaingan yang makin ketat dan kebutuhan investasi di teknologi baru berpotensi menekan margin ke depan. Di sisi lain, keberhasilan menjaga pertumbuhan akan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan mengeksekusi strategi secara konsisten.
Baca Juga: Anabatic Technologies (ATIC) Bidik Pendapatan Tumbuh 5% pada 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













