kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Sierad: Persaingan pakan ayam ketat


Rabu, 03 Juli 2019 / 20:33 WIB


Reporter: Kenia Intan | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Bisnis pakan ayam kini sedang menghadapi persaingan yang ketat. Direktur PT Sierad Produce Tbk Tommy Wattimena bilang saat ini bisnis pakan sedang over kapasitas sekitar 20% hingga 30%.

"Jadi sering perang harga karena banyak pemain," kata Direktur Tommy Wattimena ketika dihubungi Kontan.co.id, Rabu (3/7). Ia menambahkan, harga yang terusbersaing menyebabkan margin yang terus menurun.

Selain persaingan yang ketat,  produk pakan Sierad juga mengalami tantangan dengan melemahnya rupiah dan impor bahan baku bungkil kedelai. Tommy juga bilang, proteksi industri jagung lokal dinilai belum effesien. "Menyebabkan harga jagung kita salah  satu tertinggi di dunia," katanya lagi.

Melihat tantangan ini, Sierad lebih memfokuskan bisnis pakannya ke kualitas dan customer service. Ke depannya, perusahaan juga berencana menjual holistic solution ke para petani. "Sehingga, pertumbuhan bisnis pakan kita tetap diatas rata-rata industri," kata Tommy lagi.

Sementara itu, gejolak harga ayam yang terjadi beberapa waktu lalu, diakui oleh Tommy juga  mempengaruhi bisnis pakan. Ia bilang, bisnis pakan SIPD terpengaruh karena banyak peternak yang rugi dan menutup usahanya.  Meski demikian, Tommy bilang dirinya tidak terlalu  khawatir akan hal ini.

"Mereka akan menguragi supply dengan tidak berternak, tapi nanti ketika harga membaik maka akan mulai lagi," katanya kepada Kontan.co.id. Ketika kondisi membaik, maka penjualan pakan SIPD juga akan membaik dengan sendirinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×