kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Sinar Mas Agribusiness and Food akan replanting sawit 3% - 5% tahun ini


Selasa, 31 Juli 2018 / 17:44 WIB

Sinar Mas Agribusiness and Food akan replanting sawit 3% - 5% tahun ini
Penjelasan rencana replanting kebun Sinar Mas Agribusiness and Food

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun ini, Sinar Mas Agribusiness and Food yang beroperasi di bawah Golden Agri Resources (GAR) akan mereplanting (meremajakan) 3% - 5% dari total lahan yang dimiliki tahun ini.

Bila dihitung, maka GAR akan mereplanting sekitar 15.000 - 25.000 hektare (ha) dari total luas lahan. Hingga 31 Maret 2018, GAR memiliki areal tertanam seluas 500.345 ha termasuk miliki petani swadaya.


Managing Director for Sustainability and Strategic Stakeholder Engagement Agus Purnomo mengatakan, terdapat alasan mengapa pihaknya melakukan peremajaan sekitar 5% setiap tahun.

Pasalnya, bila replanting dilakukan terlalu besar, maka pemasukan akan berkurang serta biaya investasi bertambah.

“Ini karena panennya berkurang sementara pupuk dan lainnya tetap sama. Jadi kami menjaga replanting itu kurang lebih sama seperti sekarang,” ujar Agus, Selasa (31/7).

Saat ini GAR memang tengah berupaya untuk meningkatkan produktivitas sawitnya dengan menghasilkan benih baru dengan nama Eka 1 dan Eka 2. Benih inu berpotensu memberi hasil lebih dari 10 ton CPO per hektare setiap tahunnya.

Meski begitu, Agus mengatakan, hasil benih ini tak bisa didapatkan dalam waktu yang cepat. “Kalau replanting ini berjalan terus, maka saat di mana kami mencapai produktivitas rata-rata 10 ton per ha, itu mungkin 15 tahun lagi dari saat di tanam, atau sekitar 2035 mungkin rata-rata sudah 10 ton,” jelas Agus.

Agus pun menambahkan, benih yang digunakan di setiap lahan GAR berbeda-beda. Ini dikarenakan setiap kebun memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Karena itu, produktivitasnya pun berbeda-beda pula.

Sementara itu, tahun lalu Sinar Mas Agribusiness and Food mencatat produksi crude palm oil (CPO) dan palm kernel (PK) sebanyak 2,7 juta ton.


Reporter: Lidya Yuniartha
Editor: Yudho Winarto

Video Pilihan


Close [X]
×