kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   -25.000   -0,88%
  • USD/IDR 17.310   97,00   0,56%
  • IDX 7.379   -163,01   -2,16%
  • KOMPAS100 1.004   -27,06   -2,62%
  • LQ45 716   -20,09   -2,73%
  • ISSI 267   -5,87   -2,15%
  • IDX30 393   -8,15   -2,03%
  • IDXHIDIV20 483   -9,27   -1,88%
  • IDX80 112   -3,07   -2,66%
  • IDXV30 140   -1,20   -0,85%
  • IDXQ30 126   -2,76   -2,14%

Skema Restrukturisasi Utang Whoosh Rampung, Tunggu Pengumuman Pemerintah


Kamis, 23 April 2026 / 16:32 WIB
Skema Restrukturisasi Utang Whoosh Rampung, Tunggu Pengumuman Pemerintah
ILUSTRASI. Bendera Merah Putih 210 Meter Membentang di Stasiun Kereta Cepat (WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memastikan skema restrukturisasi utang proyek kereta cepat Whoosh telah rampung dan tinggal menunggu pengumuman resmi ke publik. Keputusan tersebut saat ini masih dalam tahap finalisasi teknis sebelum diumumkan oleh pemerintah.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani sekaligus Ceo Danantara menyebut, pemerintah telah mencapai kesepakatan awal bersama sejumlah kementerian terkait, termasuk Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Kementerian Keuangan.

"Kami sudah meeting dengan Pak Menko Bidang Infrastruktur, Pak Menteri Keuangan dan juga kami, solusinya sudah ada dan itu kan akan ditindaklanjuti oleh tim untuk bicara dengan pihak Chinanya," ujar Rosan di Jakarta, Kamis (23/4).

Baca Juga: Puradelta Lestari (DMAS) Raih Prapenjualan Rp 561,43 Miliar pada Kuartal I-2026

Ia menegaskan, skema penyelesaian utang tersebut saat ini masih dalam tahap penyempurnaan (fine tuning), namun secara substansi sudah disepakati.

“Jadi solusinya sudah ada dan kemarin kita juga sudah sounding, Insya Allah ini bisa segera bisa selesai,” lanjutnya.

Rosan menambahkan, pengumuman detail skema restrukturisasi akan disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Skemanya sedang dituning-nya tapi akan disampaikan langsung Pak Menko Infra lah, lebih enaknya, karena beliau yang fokus ini ya. Nanti disampaikan langsung ya," paparnya.

Sejalan dengan itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga memastikan keputusan restrukturisasi telah selesai dibahas dan hanya menunggu waktu untuk diumumkan. "Sudah, sudah kelar tinggal diumumkan," kata Purbaya.

Meski demikian, pemerintah belum mengungkap detail skema, termasuk besaran beban biaya yang akan ditanggung negara maupun mekanisme pendanaannya. 

Purbaya menegaskan pengumuman resmi akan disampaikan oleh Menko Infrastruktur.

“Saya pikir saya enggak berhak ngumumkan sekarang ya. Nanti tanya Pak AHY begitu pengumuman nanti. Tapi yang jelas sudah putus, cuma belum saatnya diumumkan,” ujarnya.

Baca Juga: Changhong Rilis Kulkas Jumbo dengan Kapasitas Besar dan Hemat Energi

Ia menambahkan, keputusan tersebut juga telah dikomunikasikan kepada pemerintah China sebagai mitra proyek. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan investor dan hubungan bilateral.

Purbaya memastikan, dalam skema restrukturisasi ini, baik pihak Indonesia maupun investor tetap berbagi risiko, termasuk dalam hal potensi kerugian proyek.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa pembengkakan biaya proyek Whoosh sebelumnya disebabkan lemahnya pengawasan sejak tahap awal pembangunan. Hal ini berdampak pada terjadinya cost over run yang signifikan.

“Ada banyak proyek yang tidak dimonitor, termasuk Whoosh dan LRT Jabodebek. Proyeknya bagus, cuma tidak diawasi. Sehingga ketika ada masalah tidak ada yang menangani, akhirnya terjadi cost over run sampai Rp 100 triliun,” ungkapnya.

Dengan rampungnya skema restrukturisasi ini, pemerintah berharap dapat memberikan kepastian bagi kelanjutan proyek sekaligus menjaga kredibilitas Indonesia di mata investor global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×