kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Investasi Tembus Rp 113,4 Triliun, KEK Gresik Ajukan Perluasan Area Baru


Sabtu, 13 Juni 2026 / 15:31 WIB
Investasi Tembus Rp 113,4 Triliun, KEK Gresik Ajukan Perluasan Area Baru
ILUSTRASI. PLN suplai listrik ke KEK JIIPE (Dok/AKRA)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat dinamika geopolitik dan konflik di berbagai kawasan, arus investasi ke Indonesia tetap menunjukkan tren positif. Realisasi penanaman modal, termasuk Penanaman Modal Asing (PMA) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), terus bertumbuh dan menjadi sinyal kuat tingginya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional.

Salah satu indikator utama datang dari meningkatnya aktivitas investasi serta rencana ekspansi sejumlah KEK di berbagai daerah. Dorongan perluasan kawasan, terutama di sektor manufaktur, dinilai menjadi respons atas tingginya minat pelaku usaha untuk memperluas kapasitas produksi di Indonesia.

Salah satu kawasan yang menjadi sorotan adalah Kawasan Ekonomi Khusus Gresik, yang tengah mengajukan rencana perluasan area guna mengakomodasi lonjakan permintaan investasi. Pemerintah menilai langkah ini strategis untuk memperkuat ekosistem industri dan pelabuhan terintegrasi di wilayah tersebut.

Baca Juga: Pemerintah Didesak Menaikkan Batas Pendapatan Tidak Kena Pajak, Ini Alasannya

Pembahasan rencana perluasan itu dilakukan dalam Rapat Koordinasi Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) yang digelar di kawasan KEK Gresik (JIIPE), Jumat (12/6/2026). Rapat dipimpin oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Sekretaris Dewan Nasional KEK, Susiwijono Moegiarso, dan melibatkan sejumlah kementerian serta pemerintah daerah terkait.

Sejumlah pihak yang hadir antara lain Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian ATR/BPN, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pengelola kawasan, hingga PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) sebagai badan usaha pengembang KEK.

Forum tersebut membahas kesesuaian tata ruang dan pemenuhan persyaratan teknis sebagai bagian dari proses administrasi perluasan kawasan. Hasilnya akan ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas lembaga untuk memastikan percepatan izin berjalan sesuai regulasi.

Pemerintah mencatat, sejak ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2021, KEK Gresik berkembang pesat menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. Hingga Triwulan I 2026, kawasan ini telah membukukan investasi kumulatif sebesar Rp 113,4 triliun, dengan lebih dari Rp 108,2 triliun masuk setelah status KEK ditetapkan—atau meningkat lebih dari 1.900%.

Dari sisi ketenagakerjaan, KEK Gresik juga menunjukkan dampak signifikan dengan penyerapan 45.860 tenaga kerja, di mana mayoritas tercipta setelah kawasan tersebut resmi berstatus KEK.

Melihat capaian tersebut, pemerintah menilai perluasan KEK Gresik menjadi langkah strategis untuk mengakomodasi pertumbuhan investasi sekaligus memperkuat integrasi industri, pelabuhan, dan pengembangan energi hijau di masa depan.

“Pemerintah mendukung penuh perluasan KEK Gresik agar peluang investasi dapat segera direalisasikan dan dikonversi menjadi aktivitas ekonomi dan lapangan kerja,” ujar Susiwijono dalam rilis pada Sabtu (13/6/2026).

Baca Juga: Ketua Komisi XII DPR Soroti Pengelolaan Harga Energi di Tengah Dinamika Global

Ia menegaskan, penguatan KEK merupakan bagian dari strategi nasional untuk mendorong industrialisasi dan penciptaan lapangan kerja, sekaligus mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Indonesia.

Ke depan, pemerintah berkomitmen memperkuat koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah guna memastikan seluruh proses tata ruang dan perizinan berjalan selaras. Upaya ini diharapkan mempercepat realisasi perluasan KEK Gresik dan memperluas dampaknya bagi pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×