kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   13.000   0,94%
  • USD/IDR 16.140
  • IDX 7.328   27,17   0,37%
  • KOMPAS100 1.142   4,95   0,44%
  • LQ45 920   5,02   0,55%
  • ISSI 219   0,28   0,13%
  • IDX30 458   2,53   0,56%
  • IDXHIDIV20 549   3,16   0,58%
  • IDX80 129   0,76   0,60%
  • IDXV30 127   0,36   0,29%
  • IDXQ30 155   0,64   0,42%

SKK Migas Rencanakan Pengadaan di Hulu Migas Rp 219 Triliun pada 2024


Sabtu, 15 Juni 2024 / 16:35 WIB
SKK Migas Rencanakan Pengadaan di Hulu Migas Rp 219 Triliun pada 2024
ILUSTRASI. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto.


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) merencanakan pengadaan barang/jasa hulu migas tahun 2024 mencapai sekitar US$ 13,9 miliar atau setara dengan sekitar Rp 219 triliun.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyampaikan bahwa rencana pengadaan barang/jasa hulu migas tahun 2024 mencapai sekitar US$ 13,9 miliar atau setara dengan sekitar Rp 219 triliun, maka dengan target TKDN sebesar 57% maka akan ada sekitar Rp 124,8 triliun pembelanjaan hulu migas di dalam negeri.

Baca Juga: SKK Migas: Evaluasi Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) Masih Berlangsung

“Secara ekonomi, ini akan menimbulkan multiplier effect yang sangat besar di pusat maupun daerah," kata Dwi dalam keterangan resmi, Jumat (14/6). 

Multiplier effect tersebut, kata Dwi, antara lain pertumbuhan pajak di daerah, lapangan kerja dan tentu saja kapasitas industri dalam negeri yang semakin kuat dan menjadi penegasan bahwa peran industri hulu migas bagi perekonomian nasional sangat besar dan dirasakan kemanfaatannya.

Dwi menuturkan investasi hulu migas yang masif dan agresif, harus diimbangi dengan kesiapan dari pabrikan untuk memenuhi kebutuhan proyek yang terus meningkat.

Baca Juga: SKK Migas Klaim Target 1 Juta Minyak BOPD Mampu Tingkatkan Investasi Hulu Migas

SKK Migas pun berkomitmen untuk terus meningkatkan penggunaan produk dalam negeri yang tahun ini ditargetkan mencapai 57%. 

Asal tahu saja, SKK Migas berhasil melakukan efisiensi biaya pengadaan hingga mencapai ratusan juta dolar setiap tahunnya. Dari tahun 2019 hingga tahun 2023, total nilai efisiensi biaya pengadaan yang berhasil diperoleh mencapai US$ 1,97 miliar atau Rp 32,1 triliun dengan perhitungan kurs saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×