kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.834   6,00   0,04%
  • IDX 8.085   52,83   0,66%
  • KOMPAS100 1.138   6,44   0,57%
  • LQ45 824   3,38   0,41%
  • ISSI 286   2,40   0,84%
  • IDX30 429   2,03   0,48%
  • IDXHIDIV20 516   2,73   0,53%
  • IDX80 127   0,70   0,55%
  • IDXV30 140   0,92   0,66%
  • IDXQ30 140   0,76   0,54%

Sour Sally Melebarkan Sayap ke Bisnis Es Krim


Sabtu, 06 Juli 2013 / 07:25 WIB
Sour Sally Melebarkan Sayap ke Bisnis Es Krim
ILUSTRASI. Penyakit yang Menyerang Sistem Pencernaan


Reporter: Adisti Dini Indreswari | Editor: Amailia Putri

JAKARTA. PT Berjaya Bersama Sally, pemilik merek frozen yoghurt Sour Sally berniat memperluas pasarnya ke segmen menengah. Gerai yang kini menggarap segmen premium itu, ingin merambah ke segmen menengah.

Supaya ambisi itu dapat terwujud, Berjaya Bersama Sally meluncurkan gerai dengan konsep baru, Sour Sally Mini menggandeng mitra. Berjaya Bersama Sally juga memberi master franchise Sour Sally Mini kepada PT Kuliner Nusantara Sejahtera Indonesia (K-Food). Nantinya, pengembangan gerai Sour Sally Mini akan menjadi tanggung jawab 

K-Food. Presiden Direktur Berjaya Bersama Sally, Donny Pramono, menjelaskan, Sour Sally Mini akan hadir dengan gerai yang lebih kecil, lokasi yang lebih fleksibel, dan harga yang lebih terjangkau.

Misalnya, cup terkecil di Sour Sally dihargai Rp 25.000, sedangkan di Sour Sally Mini hanya Rp 15.000. Adapun investasi yang dibutuhkan untuk setiap gerai Sour Sally Mini adalah Rp 220 juta. "Perinciannya, Rp 50 juta franchise fee selama lima tahun, ditambah Rp 170 juta untuk gerai dan peralatan," jelas Donny, Jumat (5/7).

Dengan asumsi penjualan Rp 35 juta-Rp 40 juta per bulan, Donny memperkirakan break even point akan terjadi dalam 20 bulan-22 bulan. Sebagai perbandingan, investasi setiap gerai Sour Sally mencapai Rp 700 juta, atau tiga kali lipat daripada nilai untuk Sour Sally Mini.

Bisnis Es Krim

Gerainya pun baru bisa ditemui di pusat belanja premium. Sementara itu Presiden Direktur K-Food, Ardantya Syahreza menargetkan membuka 50 gerai Sour Sally Mini di tahun pertama. Untuk mempercepat ekspansi, gerai Sour Sally Mini akan didirikan di pertokoan dan food court.

"Penetrasi awal di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Medan, Pekanbaru, Balikpapan, Makassar, dan Manado," tutur Ardantya. Asal tahu saja, sejak berdiri lima tahun silam, Berjaya Bersama Sally sudah memiliki 40 gerai di Indonesia plus satu gerai di Singapura.

Perusahaan mengklaim menguasai 70%-80% pangsa pasar frozen yoghurt di Indonesia. "Dengan adanya Sour Sally Mini, kami berharap pangsa pasar bertambah," tutur Donny tanpa menyebut angkanya. Donny juga tidak bersedia memberi tahu rencana ekspansi penambahan gerai dan target penjualan Sour Sally secara keseluruhan tahun ini.

Yang jelas, gerai Sour Sally belum akan diwaralabakan. Sekedar informasi tambahan, K-Food sebenarnya bukan pemain baru di bisnis waralaba Indonesia. Perusahaan tersebut sudah menjadi pemegang waralaba tiga gerai Bakso Kota Cak Man selama hampir sembilan tahun.

Donny optimistis Sour Sally Mini bisa menjadi magnit bagi investor. Alasan dia, saat ini belum banyak pemain yang menawarkan frozen yoghurt di Indonesia. Mengutip riset Nielsen, tahun lalu pasar yoghurt tumbuh 15% menjadi Rp 305,3 miliar.

Selain yoghurt, Sour Sally berniat merambah bisnis es krim. Pasar ini dinilai potensial. Menurut riset Nielsen, nilai penjualan es krim di sini tumbuh 58,7% menjadi Rp 102,12 triliun, tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×