kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.825.000   20.000   0,71%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Stok Beras Tembus 5 Juta Ton, Pemerintah Klaim Aman hingga 2027


Jumat, 24 April 2026 / 12:42 WIB
Stok Beras Tembus 5 Juta Ton, Pemerintah Klaim Aman hingga 2027
ILUSTRASI. Stok beras nasional tetap terjaga (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mencatat tonggak baru dalam pengelolaan cadangan pangan nasional. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) telah menembus 5 juta ton, level tertinggi sepanjang sejarah.

“Per hari ini, 23 April 2026 pukul 08.55, stok beras seluruh Indonesia mencapai 5.000.198 ton. Ini pertama sepanjang sejarah. Ini hasil kerja keras kita semua, seluruh anak bangsa,” ujar Amran saat meninjau gudang beras dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).

Kenaikan stok tersebut ditopang oleh serapan produksi dalam negeri yang sepenuhnya diserap oleh Perum Bulog. Untuk mengakomodasi lonjakan produksi, pemerintah juga memperluas kapasitas penyimpanan melalui tambahan gudang sewa.

Di wilayah Karawang dan sekitarnya, kapasitas gudang sewa mencapai sekitar 102 ribu ton, dengan realisasi pengisian saat ini sekitar 80 ribu ton dan diproyeksikan akan penuh dalam dua pekan ke depan.

Baca Juga: Produksi Beras Tertekan Pola Musim, Bulog Andalkan Stok 4,3 Juta Ton

Secara nasional, kapasitas gudang pemerintah yang sebelumnya sekitar 3 juta ton kini diperkuat tambahan gudang sewa hingga 2 juta ton. Bahkan, pemerintah masih menyiapkan tambahan kapasitas sekitar 1 juta ton guna mengantisipasi peningkatan serapan produksi.

Amran menegaskan, kekuatan stok saat ini telah diperhitungkan untuk menghadapi potensi fenomena El Nino dalam enam bulan ke depan. 

"Sekarang kita akan menghadapi El Nino sekitar 6 bulan. Stok kita 5 juta ton, terbesar sepanjang sejarah. Selain itu, di Horeka tersedia sekitar 12,5 juta ton, serta standing crop sekitar 11 juta ton. Totalnya sekitar 22,5 juta ton atau setara 11 bulan kebutuhan,” jelasnya.

Dengan perhitungan tersebut, pemerintah menilai kondisi cadangan beras berada pada posisi aman. 

"Artinya aman. Kekeringan (El Nino) hanya enam bulan, sementara kekuatan stok kita sekitar 11 bulan ke depan,” tegasnya.

Baca Juga: Produksi Padi Indonesia Masih Terlalu Bergantung Luas Panen dan Cuaca

Ia menambahkan, produksi dalam negeri tetap berjalan di musim kering berkat dukungan infrastruktur irigasi. Produksi diperkirakan mencapai sekitar 2 juta ton per bulan, sehingga dalam enam bulan dapat menambah pasokan 6 juta hingga 12 juta ton.

“Kalau kita hitung, 11 bulan ditambah 4 bulan, berarti sekitar 15 bulan. Artinya kekuatan pangan kita aman hingga April 2027,” ujarnya.

Amran juga menegaskan validitas data stok beras yang disampaikan. “Silakan cek langsung ke gudang-gudang Bulog di seluruh Indonesia. Tidak mungkin disampaikan angka 5 juta ton jika tidak sesuai, karena nilainya sekitar Rp 55–60 triliun dan ada konsekuensi hukumnya,” katanya.

Menurutnya, capaian ini menjadi bagian penting dari transformasi ketahanan pangan nasional, di mana Indonesia mampu memperkuat cadangan tanpa bergantung pada impor.

“Alhamdulillah 2025 kita tidak impor. InsyaAllah 2026 juga tidak impor. Kita terus perkuat kolaborasi untuk menjaga ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.

Baca Juga: Produksi Beras Awal 2026 Turun Tipis, Pengamat Soroti Pola Panen dan Kompetisi Lahan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU

[X]
×