kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Strategi Metrodata (MTDL) Raih Pertumbuhan Pendapatan 10% pada 2026


Selasa, 09 Juni 2026 / 16:45 WIB
Strategi Metrodata (MTDL) Raih Pertumbuhan Pendapatan 10% pada 2026
ILUSTRASI. Raih Pendapatan Tertinggi Sepanjang Sejarah, MTDL Cetak Rp 21 Triliun di 2022 (Shutterstock/Shutterstock)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) berupaya meraih pertumbuhan pendapatan hingga 10% pada tahun ini dengan beberapa strategi.

Presiden Direktur Metrodata Electronics, Susanto Djaja mengatakan bahwa perusahaan tahun ini akan berfokus memperluas portofolio, pendalaman interaksi dengan pelanggan, serta penguatan bisnis untuk menyokong recurring income.

Salah satu upaya perseroan adalah berfokus pada lini bisnis solusi dan konsultasi digital. Di mana, MTDL bakal menata ulang arsitektur solusi, serta memperluas kolaborasi dengan prinsipal baru yang mengusung teknologi alternatif yang efisien.

Baca Juga: Siapkan Capex Rp 4 Triliun, Tower Bersama (TBIG) Fokus Bangun Menara dan Fiber Optik

Menurut Susanto, unit bisnis ini masih prospektif meski di tengah pasar TIK nasional yang masih menantang.

"Pengaktifan proyek strategis pemerintah dan BUMN membuka peluang kepada MTDL untuk menawarkan rangkaian solusi teknologi ke publik dan korporasi," ujarnya dalam paparan publik secara virtual, Selasa (9/6/2026).

Selain dari proyek strategis pemerintah, Susanto bilang pihaknya memandang kebutuhan banyak industri terhadap efisiensi dan modernisasi data juga menjadi angin segar.

Kepastian terhadap keamanan siber serta pemanfaatan cloud juga dinilai bakal menciptakan permintaan layanan MTDL.

Lebih lanjut, pada lini bisnis distribusi digital, MTDL akan memanfaatkan keunggulan portofolio produk dan solusi yang dimiliki. 

"Performa ini juga didukung oleh penambahan ragam produk smartphone dan notebook untuk menjawab kebutuhan konsumen secara menyeluruh," jelas Susanto.

Untuk itu, pihaknya optimistis dapat meraih penjualan yang bertumbuh 10% hingga akhir tahun. 

Meskipun memang, perusahaan memandang terdapat kenaikan biaya chipset global yang menjadi tantangan yang berat bagi perusahaan saat ini.

Direktur Metrodata Electronics Sur Hang Aiwan menjelaskan, tren kenaikan tersebut sebenarnya sudah mulai terjadi sejak akhir 2025 dan masih berlanjut hingga saat ini.

"Kenaikan ini terjadi seiring tingginya permintaan chipset untuk kebutuhan chipset dari NVIDIA untuk berbagai perangkat keras. Kenaikan harga chipset telah mencapai sekitar 30% hingga 40%," tuturnya.

Menyiasatinya, perusahaan berupaya mencari produk dengan harga yang tetap kompetitif agar tetap dapat menjaga daya saing dan memenuhi kebutuhan pelanggan.

Direktur Metrodata Electronics, Randy Kartadinata menambahkan, pada tahun ini MTDL mengalokasikan belanja modal (capex) sekitar Rp 610 miliar pada 2026. Anggaran tersebut ditujukan untuk pembelian aset rental IT dan peningkatan peralatan teknologi informasi.

Baca Juga: Kemenperin Bidik Porsi Ekspor Manufaktur Naik Jadi 30%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×