kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.147   17,00   0,10%
  • IDX 7.661   160,57   2,14%
  • KOMPAS100 1.063   25,64   2,47%
  • LQ45 764   17,43   2,34%
  • ISSI 277   5,34   1,96%
  • IDX30 406   6,58   1,65%
  • IDXHIDIV20 491   4,90   1,01%
  • IDX80 119   2,77   2,39%
  • IDXV30 137   1,21   0,90%
  • IDXQ30 130   1,57   1,23%

Strategi Multi Hanna (MHKI) Perkuat Posisi di Industri Pengolahan Limbah B3 & Non-B3


Selasa, 14 April 2026 / 10:20 WIB
Strategi Multi Hanna (MHKI) Perkuat Posisi di Industri Pengolahan Limbah B3 & Non-B3
ILUSTRASI. Multi Hanna (MHKI) Perkuat Posisi di Industri Pengolahan Limbah


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) terus berupaya mempertegas posisi sebagai pelaku strategis dalam bidang usaha pengolahan limbah industri Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) maupun Non-B3. Penguatan posisi ini mendongkrak kinerja MHKI sepanjang tahun 2025.

Direktur Utama Multi Hanna Kreasindo, Alwi, mengungkapkan bahwa MHKI mencetak pertumbuhan pendapatan sebesar 24% secara tahunan, yang diikuti oleh peningkatan laba bersih pada tingkat yang sejalan.

Hasil ini mencerminkan efektivitas strategi ekspansi MHKI serta kemampuan dalam menjaga kualitas profitabilitas di tengah peningkatan aktivitas operasional.

“Pertumbuhan yang dicapai pada tahun 2025 merupakan hasil dari kombinasi ekspansi yang terarah, penguatan kapabilitas operasional, serta disiplin dalam pengelolaan keuangan. Perseroan akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan keberlanjutan kinerja,” ungkap Alwi dalam rilis yang disiarkan pada Senin (13/4/2026).

Baca Juga: Industri Farmasi Indonesia Siap Kuasai Pasar Global, Ini Kuncinya!

Kinerja MHKI didukung oleh permintaan yang tetap kuat dari pelanggan utama, khususnya di sektor energi dan sektor industri lainnya.

Menurut Alwi, hal ini mempertegas posisi MHKI sebagai pelaku strategis dalam industri pengolahan limbah industri B3 dan non-B3, yang memiliki karakteristik high barrier to entry serta menuntut standar kepatuhan lingkungan, keselamatan, dan regulasi yang ketat.

Dari sisi operasional, MHKI menunjukkan disiplin dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan efisiensi. Seiring dengan meningkatnya aktivitas usaha, biaya operasional mengalami kenaikan, terutama pada komponen transportasi dan tenaga kerja.

Meski begitu, MHKI tetap mampu menjaga struktur biaya secara optimal, tercermin dari beban penjualan yang terjaga pada tingkat yang proporsional serta efisiensi berkelanjutan pada beban administrasi seiring dengan meningkatnya skala usaha.

Sepanjang tahun 2025, MHKI juga memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui realisasi investasi strategis.

Pengembangan fasilitas operasional, termasuk proyek di Lamongan serta penguatan infrastruktur di Semarang, dilakukan untuk meningkatkan kapasitas, memperluas jangkauan layanan, serta mendukung peningkatan kualitas operasional secara keseluruhan.

Sejalan dengan ekspansi tersebut, struktur aset MHKI semakin kuat, didukung oleh peningkatan investasi pada fasilitas dan peralatan produksi. 

 

MHKI juga menjaga posisi arus kas operasional yang sehat sebagai bagian dari upaya memastikan keberlanjutan ekspansi yang terukur dan prudent. Sebagai bagian dari komitmen terhadap penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), MHKI terus memperkuat perannya dalam mendukung pengelolaan limbah industri yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

"Aktivitas operasional Perseroan diarahkan tidak hanya untuk mendukung pertumbuhan bisnis, tetapi juga untuk berkontribusi terhadap pengurangan dampak lingkungan serta peningkatan standar pengelolaan limbah industri di Indonesia," ujar Alwi.

Ke depan, MHKI memandang bahwa peluang pertumbuhan masih terbuka, didukung oleh permintaan pasar yang tetap solid serta peningkatan kapasitas operasional.

"Perseroan akan terus menjalankan strategi usaha secara terukur dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta tata kelola perusahaan yang baik," tandas Alwi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×