Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memperkuat komitmennya dalam mendukung revitalisasi pendidikan vokasi melalui program Vocational School Development. Tak hanya mendonasikan alat praktik berupa mesin kendaraan, perusahaan juga meningkatkan kompetensi guru serta menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan satu unit mesin Toyota tipe 2TR (bensin) kepada SMKN 1 Denpasar dan satu unit mesin Toyota tipe 2GD (diesel) kepada SMK Rekayasa Denpasar. Ini merupakan bagian dari perluasan program Vocational School Development TMMIN yang telah berjalan sejak 2017
Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto mengatakan pengembangan sekolah vokasi tidak cukup hanya dengan penyediaan fasilitas belajar. Menurutnya, peningkatan kualitas tenaga pendidik dan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri menjadi faktor penting dalam mencetak lulusan yang siap kerja.
Menurut dia, investasi terbaik bagi industri adalah investasi pada manusia. "Karena itu, kami memandang sekolah vokasi sebagai ruang untuk menumbuhkan kompetensi sekaligus karakter calon talenta industri," kata Nandi dalam keterangannya, Sabtu (25/7).
Baca Juga: Mercedes-Maybach Luncurkan GLS Terbaru, Perkuat Segmen Luxury SUV
Sebagai bagian dari pengembangan sekolah vokasi, TMMIN juga mendorong pembelajaran penerapan standar industri Toyota melalui peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan basic skill industri serta penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia industri.
Pendekatan tersebut bertujuan membangun budaya kerja industri sejak di lingkungan sekolah, mulai dari disiplin, keselamatan kerja, kualitas, hingga semangat continuous improvement.
Sehingga proses pembelajaran tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki karakter profesional.
Perluasan ini diharapkan dapat berkontribusi mendukung upaya pemerintah dalam merevitalisasi pendidikan vokasi, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor industri.
Baca Juga: Munja Utama Ekspansi Ekspor dan Incar 70% Pangsa Pasar Kendaraan Pemadam di Domestik
Wakil Presiden Direktur TMMIN, I Nyoman Winaya Adnyana menilai keberhasilan pendidikan vokasi membutuhkan kolaborasi yang erat antara sekolah, pemerintah, dan industri. Sinergi tersebut diperlukan agar proses pembelajaran mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri disebutnya sebagai kunci dalam membangun ekosistem vokasi yang berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




