kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Summarecon siapkan dua kota baru


Jumat, 07 Juni 2013 / 09:11 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah kendaraan memadati ruas jalan jalur Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/10/2020). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/nz.


Reporter: Adisti Dini Indreswari | Editor: Markus Sumartomjon

JAKARTA. Rencana PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mengembangkan township alias kota terpadu terbaru semakin mendekati kenyataan. Tahun ini, pengembang kota terpadu di Kelapa Gading, Serpong, dan Bekasi ini sudah menyiapkan investasi sebesar Rp 1 triliun untuk membeli lahan di dua lokasi, yakni Bandung dan Jakarta Selatan.

Pengembangan kota terpadu di Bandung akan dilakukan dengan cara mengakuisisi lahan. Sedangkan di Jakarta Selatan, perusahaan ini memutuskan untuk membentuk joint venture dan mengambil porsi mayoritas. "Luas lahan yang kami incar bisa mencapai ratusan hektare (ha)," ungkap Presiden Direktur Summarecon, Johanes Mardjuki dalam paparan publik, Rabu (5/6). Sayang, dia belum bersedia membocorkan lokasi persis dua proyek ini.

Yang jelas, di tahap pertama, Summarecon sudah merampungkan akuisisi lahan seluas 190 ha di Bandung. Sedangkan pembelian lahan di Jakarta Selatan masih tahap due diligence atau uji tuntas.

Summarecon menargetkan pembangunan kota terpadu di Bandung maupun Jakarta Selatan itu bisa dimulai pada awal tahun 2015 nanti.

Menurut Johanes, alasan Summarecon mencari lahan baru adalah karena landbank (lahan) mereka semakin menipis. Di Summarecon Serpong dan Summarecon Bekasi, landbank memang masih berlimpah, masing-masing sekitar 560 ha dan 200 ha. Namun, di Summarecon Kelapa Gading, hampir tidak ada sisa lahan lagi.

Kota terpadu yang akan dikembangkan di Bandung dan Jakarta Selatan itu masih akan membidik kelas yang sama dengan ketiga proyek terdahulu, yaitu menengah hingga menengah atas. Kota baru ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas komersial seperti mal, perkantoran, dan pasar modern.

Johanes menjelaskan lebih lanjut, sebagian pendanaan untuk akuisisi lahan bersumber dari internal perusahaan. Sebagian lagi akan ditutup dari obligasi berkelanjutan senilai Rp 2 triliun yang rencananya akan diterbitkan pada semester dua tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×