Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - BEKASI. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) resmi memulai pembangunan Transit Oriented Development (TOD) Summarecon Stasiun Kereta Api Bekasi Ekstensi yang ditandai dengan acara groundbreaking pada Jumat (24/7/2026).
Perusahaan mengalokasikan investasi sekitar Rp 78 miliar untuk proyek tersebut dan menargetkan pembangunannya rampung dalam kurun waktu 18 bulan.
Direktur Utama Summarecon Agung, Adrianto Adhi mengatakan pembangunan stasiun ekstensi tersebut menjadi tahap awal pengembangan kawasan TOD Summarecon Bekasi yang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi massal.
“Pengembangan TOD Summarecon ini akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan kawasan terpadu Summarecon Bekasi,” ungkap Adrianto, dalam acara groungbreaking TOD Summarecon Stasiun Kereta Api Bekasi Ekstensi, pada Jumat (24/7/2026).
Baca Juga: Summarecon (SMRA) Bidik Marketing Sales Rp 5,2 Triliun pada 2026
Kehadiran Stasiun Bekasi Ekstensi disebut tidak akan menggantikan fungsi Stasiun Bekasi yang telah beroperasi saat ini. Sebaliknya, kedua stasiun akan berbagi peran untuk mengurai kepadatan penumpang.
Ia menambahkan, konsep tersebut juga menjadi dasar pengembangan TOD yang mengedepankan integrasi antarmoda transportasi di kawasan Bekasi.
Di mana, setelah pembangunan stasiun ekstensi selesai, Summarecon Agung sudah menyiapkan sejumlah rencana pengembangan lanjutan sebagai bagian dari grand design TOD Summarecon Bekasi.
Di antaranya mencanangkan pembangunan kawasan mixed use yang terintegrasi dengan jaringan transportasi publik.
Meski demikian, waktu pembangunan kawasan mixed use tersebut masih akan menyesuaikan dengan perkembangan permintaan pasar dan pertumbuhan aktivitas di kawasan TOD.
Baca Juga: SPKLU Terbesar di Indonesia Hadir di Summarecon Mall Bekasi
“Nanti pada saatnya kami akan melanjutkan dengan pengembangan jalur transportasi massal yang akan menghubungkan wilayah Bekasi Utara. Ada jalur transportasi public yang menghubungkan Bekasi Utara melalui Summarecon Bekasi, melalui TOD yang saat ini kita berada di sini dan sepanjang lima kilometer bertemu dengan stasiun LRT di pinggir tol,” jelasnya.
Di sisi lain, pengembangan TOD tersebut juga berpotensi menciptakan pusat aktivitas ekonomi baru karena terintegrasi dengan transportasi massal. Yang pada akhirnya berpotensi menjadi sumber pertumbuhan pendapatan baru bagi perusahaan ke depan.
"Potensinya kan yang pasti dengan kita ada transit-oriented development itu adalah sebuah hub dari people yang mau memanfaatkan dengan adanya crowd, dengan adanya density itu kan komersial mana yang nggak laku,” tandasnya.
Baca Juga: Summarecon Perkuat Posisi Makassar sebagai Kota MICE Lewat GWC 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














